Frankenstein45.Com – 10 Mei 2026 | Dandhy, seorang aktivis dan pembuat film independen, baru-baru ini menyatakan kesediaannya untuk menyambut kehadiran anggota TNI dan Polri dalam acara nonton bareng (nobar) serta diskusi film berjudul “Pesta Babi”. Undangan tersebut disampaikan secara terbuka melalui pernyataan publik, dengan harapan dapat membuka ruang dialog lintas sektor antara aparat keamanan dan komunitas kreatif.
Acara nobar direncanakan akan dilaksanakan di sebuah ruang terbuka publik yang mudah diakses, dengan agenda utama sebagai berikut:
- Pemutaran film “Pesta Babi” secara lengkap.
- Sesi tanya‑jawab antara sutradara, pemain, dan penonton.
- Diskusi terstruktur mengenai tema sosial yang diangkat dalam film.
- Kesempatan bagi anggota TNI‑Polri untuk berbagi perspektif tentang peran keamanan dalam konteks budaya dan seni.
Film “Pesta Babi” sendiri mengangkat isu-isu kontroversial seputar kebebasan berekspresi, norma sosial, dan dinamika kekuasaan. Dengan mengundang aparat keamanan, Dandhy berharap dapat menurunkan ketegangan yang sering muncul ketika karya seni menyinggung topik sensitif, sekaligus menunjukkan bahwa seni dapat menjadi jembatan dialog yang konstruktif.
Beberapa pihak menyambut positif inisiatif ini, menilai bahwa keterlibatan TNI‑Polri dalam kegiatan budaya dapat memperkuat citra institusi sebagai bagian dari kehidupan sipil. Namun, ada pula yang menilai perlunya kejelasan mengenai batasan keamanan dan kebebasan artistik, terutama mengingat film tersebut menimbulkan perdebatan di ruang publik.
Dandhy menegaskan bahwa kehadiran TNI‑Polri tidak akan mengubah integritas artistik film, melainkan menjadi peluang untuk saling memahami peran masing‑masing dalam menjaga keamanan sekaligus melindungi kebebasan berekspresi. Ia menutup pernyataannya dengan harapan bahwa acara tersebut dapat menjadi contoh bagi kolaborasi positif antara dunia keamanan dan seni di masa depan.







