Frankenstein45.Com – 21 April 2026 | Juru bicara Dasco, Guntur Prasetyo, menegaskan pada Jumat (21 April 2026) bahwa tidak ada percakapan resmi maupun informal mengenai rencana penggabungan antara Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dan Partai NasDem. Pernyataan itu disampaikan setelah spekulasi muncul di media sosial dan beberapa portal berita.
Isu mengenai potensi aliansi kedua partai itu berawal dari pertemuan antara Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, dan Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, yang dilaporkan berlangsung di rumah Prabowo di Hambalang, Bogor, pada bulan Februari 2026. Meskipun pertemuan tersebut menimbulkan harapan bagi sebagian pengamat politik, Dasco menegaskan bahwa tidak ada agenda merger yang dibahas dalam pertemuan tersebut.
Guntur menambahkan bahwa pertemuan tersebut lebih bersifat sosial dan bertujuan mempererat hubungan pribadi antar tokoh politik, bukan sebagai forum pembicaraan struktural mengenai penyatuan partai. Ia mencontohkan bahwa dalam beberapa kesempatan sebelumnya, pertemuan serupa telah terjadi tanpa menimbulkan rumor serupa.
Selain menolak rumor merger, Dasco juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas koalisi pemerintah yang saat ini dipimpin oleh Presiden Joko Widodo. Menurut pernyataan tersebut, setiap perubahan struktural pada partai politik harus melalui proses yang transparan dan melibatkan seluruh elemen partai, bukan sekadar keputusan individu.
Berikut beberapa poin utama yang disampaikan Dasco:
- Tidak ada pembicaraan resmi atau tidak resmi mengenai merger antara Gerindra dan NasDem.
- Pertemuan Prabowo‑Surya di Hambalang bersifat pribadi dan tidak menimbulkan agenda politik baru.
- Stabilitas koalisi pemerintah menjadi prioritas utama bagi semua pihak.
- Setiap keputusan penting partai harus melalui mekanisme internal yang jelas.
Para pengamat politik menilai bahwa rumor merger masih akan terus beredar, mengingat dinamika politik menjelang pemilihan umum 2029. Namun, pernyataan Dasco kali ini memberikan klarifikasi resmi yang dapat menenangkan spekulasi sementara.




