Dear Investor! Bos Danantara Rosan Roeslani Nilai Saham-saham Perbankan Masih Undervalued
Dear Investor! Bos Danantara Rosan Roeslani Nilai Saham-saham Perbankan Masih Undervalued

Dear Investor! Bos Danantara Rosan Roeslani Nilai Saham-saham Perbankan Masih Undervalued

Frankenstein45.Com – 20 Mei 2026 | CEO Danantara Rosan Roeslani menilai bahwa saham-saham perbankan yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih berada pada tingkat undervalued atau di bawah nilai wajar. Penilaian ini didasarkan pada analisis fundamental yang mencakup profitabilitas, kualitas aset, dan prospek pertumbuhan sektor perbankan di tengah kondisi ekonomi domestik yang stabil.

Berikut beberapa faktor utama yang menjadi dasar pernyataan Roeslani:

  • Rasio PER (Price to Earnings) yang rendah – Banyak bank besar di Indonesia menunjukkan PER di kisaran 8-12, jauh di bawah rata-rata regional.
  • Margin bunga bersih (NIM) yang tetap kuat – NIM rata-rata bank tetap berada di atas 5%, menandakan kemampuan menghasilkan pendapatan yang konsisten.
  • Kualitas aset – Non-performing loan (NPL) sebagian besar bank berada di bawah 2%, menunjukkan manajemen risiko yang baik.
  • Ekspansi digital – Investasi pada teknologi keuangan (fintech) meningkatkan efisiensi operasional dan menarik basis nasabah baru.

Roeslani juga menyoroti bahwa harga saham bank belum sepenuhnya mencerminkan potensi peningkatan laba bersih (net profit) yang diharapkan pada kuartal berikutnya, terutama setelah kebijakan moneter yang mendukung likuiditas pasar.

Berikut perkiraan kinerja keuangan beberapa bank terkemuka yang menjadi acuan investor:

Bank PER NIM (%) NPL (%)
Bank A 9,5 5,2 1,8
Bank B 10,1 5,0 1,9
Bank C 8,8 5,3 1,7

Bagi investor ritel, Roeslani menyarankan untuk mempertimbangkan alokasi portofolio pada sektor perbankan sebagai bagian dari strategi diversifikasi jangka menengah. Ia menekankan pentingnya melakukan analisis risiko secara menyeluruh dan tidak hanya terpaku pada pergerakan harga jangka pendek.

Secara keseluruhan, pandangan optimis terhadap nilai intrinsik saham perbankan ini diharapkan dapat mendorong minat beli kembali dari para pelaku pasar, sehingga memperbaiki likuiditas dan meningkatkan valuasi secara bertahap.