Debat Perdana: Reynaldo Bryan Ajak Kader HIPMI Dukung Target Ekonomi 8% Pemerintah
Debat Perdana: Reynaldo Bryan Ajak Kader HIPMI Dukung Target Ekonomi 8% Pemerintah

Debat Perdana: Reynaldo Bryan Ajak Kader HIPMI Dukung Target Ekonomi 8% Pemerintah

Frankenstein45.Com – 10 Mei 2026 | Reynaldo Bryan, calon Ketua Umum BPP HIPMI periode 2026-2029, memulai debutnya dalam arena debat pada Sabtu, 9 Mei 2024, yang berlangsung di BW Luxury Hotel, Jambi. Acara tersebut merupakan forum pertama bagi para calon pemimpin HIPMI untuk memaparkan visi, program, dan komitmen mereka kepada publik serta anggota organisasi.

Dalam sesi debat, Reynaldo menekankan pentingnya sinergi antara dunia usaha, khususnya anggota HIPMI, dan pemerintah dalam mewujudkan target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen pada tahun mendatang. Ia mengajak semua kader HIPMI untuk menjadi mitra strategis dalam memperkuat produktivitas, inovasi, serta daya saing industri dalam negeri.

  • Meningkatkan investasi pada sektor manufaktur dan teknologi.
  • Mendorong kolaborasi riset antara perguruan tinggi dan perusahaan.
  • Memperluas akses pembiayaan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
  • Menjalin kemitraan publik‑privat dalam pembangunan infrastruktur.

Reynaldo menambahkan bahwa kontribusi aktif HIPMI dapat mempercepat perbaikan iklim investasi, mengurangi hambatan birokrasi, dan menciptakan lapangan kerja berkualitas. Ia menekankan bahwa peran kader HIPMI tidak hanya sebatas dukungan moral, melainkan juga partisipasi nyata dalam perumusan kebijakan ekonomi yang inklusif.

Acara debat dihadiri oleh tokoh-tokoh bisnis, perwakilan pemerintah daerah, serta para anggota HIPMI dari berbagai provinsi. Diskusi yang berlangsung hangat menghasilkan beberapa rekomendasi, antara lain perlunya penyederhanaan regulasi perizinan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program pelatihan terarah.

Dengan semangat kolaboratif, Reynaldo berharap HIPMI dapat menjadi katalisator bagi percepatan pemulihan ekonomi pasca‑pandemi, serta membantu pemerintah mencapai target pertumbuhan 8 persen yang dianggap kunci untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.