Defisit APBN Hampir Capai 1 Persen Hingga Maret 2026 Tembus Rp 240,1 Triliun
Defisit APBN Hampir Capai 1 Persen Hingga Maret 2026 Tembus Rp 240,1 Triliun

Defisit APBN Hampir Capai 1 Persen Hingga Maret 2026 Tembus Rp 240,1 Triliun

Frankenstein45.Com – 01 Mei 2026 | Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia mencatat defisit hampir mencapai 1 persen pada kuartal pertama 2026. Data resmi menunjukkan defisit sebesar Rp 240,1 triliun atau 0,93 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) hingga akhir Maret 2026.

Defisit ini menandai peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yang berada di kisaran 0,6 persen. Kenaikan tersebut dipengaruhi oleh penurunan penerimaan pajak, kenaikan belanja operasional, serta tekanan inflasi pada harga energi dan bahan pokok.

Periode Defisit (Triliun Rp) Persentase terhadap PDB
Januari‑Maret 2026 240,1 0,93 %

Beberapa faktor utama yang berkontribusi pada defisit ini antara lain:

  • Pendapatan pajak menurun akibat penurunan aktivitas ekonomi global dan domestik.
  • Belanja subsidi energi dan bahan pokok tetap tinggi untuk menahan beban konsumen.
  • Pengeluaran belanja modal untuk infrastruktur meningkat sejalan dengan program pembangunan jangka panjang.
  • Inflasi yang masih berada di atas target memperlemah daya beli dan menambah beban fiskal.

Pemerintah menegaskan komitmen untuk menyeimbangkan anggaran melalui beberapa langkah strategis, antara lain memperkuat basis pajak, meningkatkan efisiensi belanja, dan mengoptimalkan pendapatan non‑pajak. Selain itu, kebijakan fiskal yang lebih ketat diharapkan dapat menurunkan defisit dalam jangka menengah.

Para analis memandang bahwa meskipun defisit masih berada di bawah batas maksimal 3 persen yang ditetapkan oleh perjanjian fiskal internasional, tekanan pada keuangan negara tetap perlu dikelola dengan hati‑hati untuk menghindari risiko kredit dan menjaga stabilitas ekonomi.