Demonstrasi Ratusan Mahasiswa di Depan Gedung DPRD Jabar Memanas
Demonstrasi Ratusan Mahasiswa di Depan Gedung DPRD Jabar Memanas

Demonstrasi Ratusan Mahasiswa di Depan Gedung DPRD Jabar Memanas

Frankenstein45.Com – 16 Juni 2026 | Ratusan mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Jawa Barat pada Senin, 15 Juni 2026. Demonstrasi dimulai pukul 16.00 WIB dan berlanjut hingga petang, menimbulkan ketegangan di sekitar kawasan tersebut.

Mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di Bandung, termasuk Universitas Padjadjaran, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Islam Nusantara, menuntut transparansi anggaran pendidikan serta peninjauan kembali kebijakan pemotongan dana operasional kampus. Mereka menilai bahwa keputusan pemerintah provinsi tidak mempertimbangkan aspirasi akademik dan kesejahteraan mahasiswa.

Beberapa poin utama yang disampaikan dalam pidato pembuka meliputi:

  • Peningkatan alokasi anggaran untuk beasiswa dan fasilitas laboratorium.
  • Penghapusan pemotongan subsidi transportasi bagi mahasiswa.
  • Pembentukan forum dialog tetap antara pemerintah provinsi dan perwakilan mahasiswa.

Ketegangan memuncak ketika aparat keamanan mencoba membubarkan massa dengan menggunakan gas air mata. Sejumlah demonstran menolak perintah tersebut, sementara pihak kepolisian menegaskan bahwa tindakan tersebut diambil demi menjaga ketertiban umum.

Berikut rangkaian waktu singkat kejadian:

Waktu Peristiwa
16.00 WIB Mulai aksi di depan Gedung DPRD Jabar
17.30 WIB Pernyataan resmi panitia demonstrasi
18.45 WIB Penembakan gas air mata oleh aparat
19.30 WIB Demonstrasi berakhir secara perlahan

Pihak DPRD Jabar kemudian mengeluarkan pernyataan bahwa mereka menghargai kebebasan bersuara dan berjanji akan meninjau kembali kebijakan yang diprotes. Namun, mereka menegaskan bahwa prosedur legislasi harus tetap dijalankan sesuai aturan yang berlaku.

Para pengamat politik menilai aksi ini mencerminkan kekecewaan luas di kalangan generasi muda terhadap kebijakan publik yang dianggap tidak responsif. Jika tidak ditanggapi secara konstruktif, demonstrasi serupa dapat berpotensi meluas ke kota-kota lain di Jawa Barat.