Frankenstein45.Com – 22 Mei 2026 | Jakarta – Persija Jakarta dan Persib Bandung kembali menjadi sorotan utama Liga Super 2025/2026 menjelang pekan akhir kompetisi. Kedua tim mengincar gelar juara dengan selisih poin yang tipis, sementara tekanan dari lawan‑lawannya semakin menguat.
Persija Jakarta: Tanpa Penyerang Penyelamat
Manajer Persija, Ardhi Tjahjoko, mengakui bahwa kegagalan meraih gelar musim ini terutama disebabkan ketiadaan sosok penyerang tajam seperti Marko Simic. “Kita tidak memiliki goal getter yang dapat menyelesaikan peluang di lini depan,” ujar Ardhi dalam konferensi pers di Jakarta pada 20 Mei 2026. Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa skuad Persija musim ini lebih solid dibandingkan tahun 2018, dengan materi pemain yang lebih baik dan catatan kemenangan yang meningkat.
Statistik Persija sampai pekan ke‑33 mencatat 68 poin dari 33 pertandingan, mencetak 62 gol dan kebobolan 29 kali. Rekor poin tersebut menjadi yang tertinggi dalam era Liga 1 dan Super League sejak 2017, namun kekurangan poin pada laga‑laga krusial, termasuk dua pertemuan melawan Persib, membuat mereka kehilangan peluang juara.
Persib Bandung: Mempertahankan Puncak Klasemen
Di sisi lain, Persib Bandung memimpin klasemen dengan 78 poin, unggul dua poin atas Borneo FC. Pelatih Mario Lemos dari Persijap Jepara memberi peringatan keras kepada Persib menjelang pertemuan mereka pada pekan ke‑34. Lemos menegaskan bahwa Persijap siap menggagalkan mimpi hattrick juara Persib, yang hanya membutuhkan satu hasil imbang melawan Persijap untuk memastikan gelar, mengingat selisih head‑to‑head dan selisih gol yang masih menguntungkan mereka.
Jika Persib kalah dan Borneo FC menang pada laga terakhir, gelar dapat beralih ke Mariano Peralta bersama Borneo FC dengan selisih satu poin. Oleh karena itu, tekanan pada Persib semakin besar menjelang laga melawan Persijap pada 23 Mei 2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api.
Persaingan Persija vs Persib: Pertarungan Dua Raksasa
Konfrontasi antara Persija dan Persib pada pekan 34 menjadi sorotan utama. Kedua tim memiliki catatan yang mengesankan, namun perbedaan utama terletak pada kekuatan lini depan. Persija kehilangan penyerang penentu, sedangkan Persib masih mengandalkan kombinasi serangan kolektif dan kedalaman skuad.
- Poin Persija: 68 poin, 62 gol.
- Poin Persib: 78 poin, selisih gol positif.
- Kekurangan Persija: Tidak ada striker serbaguna seperti Marko Simic.
- Kekuatan Persib: Stabilitas pertahanan dan fleksibilitas serangan.
Analisis taktik menunjukkan bahwa Persija kemungkinan akan mengandalkan serangan balik cepat, memanfaatkan kecepatan sayap, sementara Persib cenderung mengontrol permainan di tengah lapangan, memaksa Persija menekan tinggi.
Langkah Selanjutnya
Persija dijadwalkan bertemu Persib pada pekan berikutnya di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Kedua pelatih telah menekankan pentingnya konsistensi dan fokus mental menjelang laga penentu ini. Ardhi menegaskan bahwa timnya tidak akan memberi ruang bagi lawan, sedangkan pelatih Persib, Robert Alberts, menambahkan bahwa “kita harus tetap tenang dan mengeksekusi rencana permainan dengan disiplin.”
Jika Persija berhasil memanfaatkan peluang dari serangan balik dan mengatasi kekurangan striker, mereka berpotensi memperkecil jarak poin dengan Persib. Sebaliknya, bila Persib mampu menjaga konsistensi hasil imbang atau kemenangan tipis, mereka dapat mengamankan gelar tanpa menunggu hasil laga terakhir Borneo FC.
Dengan hanya satu pekan tersisa, drama kompetisi semakin memuncak. Kedua kubu berusaha menutup musim dengan catatan terbaik, sementara para pendukung menantikan pertarungan klasik yang selalu menegangkan.




