Frankenstein45.Com – 17 April 2026 | Pada tanggal 14 April 2023, sebuah helikopter tipe PK-CFX yang dioperasikan oleh PT. Pelita Air Service jatuh di wilayah Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat. Kecelakaan tersebut menewaskan tiga orang, termasuk dua awak pesawat dan satu penumpang, serta melukai beberapa penumpang lainnya.
Kepala Kantor SAR Pontianak, I Made Junetra, memberikan rincian lengkap mengenai proses evakuasi korban sejak insiden terjadi. Berikut adalah rangkaian detik-detik evakuasi yang dilaporkan:
- 07:30 WIB – Tim SAR menerima laporan kecelakaan melalui radio komunikasi daerah dan segera menyiapkan tim respons.
- 07:45 WIB – Tim SAR Pontianak bersama unit SAR Kabupaten Sekadau berangkat menggunakan kendaraan darat dan helikopter SAR tambahan menuju lokasi kejadian.
- 08:10 WIB – Tim SAR tiba di lokasi bangkai helikopter yang tergeletak di tepi sungai Kapuas. Tim medis lapangan mulai memberikan pertolongan pertama kepada korban yang masih hidup.
- 08:25 WIB – Evakuasi korban pertama dilakukan dengan helikopter SAR, mengangkut dua korban yang kritis ke RS. Dr. Budi Santoso, dokter tim medis, menyatakan kondisi korban masih dalam pemantauan intensif.
- 08:45 WIB – Tim SAR mengevakuasi korban selanjutnya, termasuk satu penumpang yang mengalami luka ringan namun memerlukan perawatan lanjutan.
- 09:15 WIB – Semua korban berhasil dipindahkan ke rumah sakit rujukan di Pontianak, yaitu RSUD Dr. Wahidin Sudirohusodo.
- 09:30 WIB – Tim SAR menyelesaikan pencarian sisa bangkai helikopter dan mengamankan area untuk proses investigasi selanjutnya.
Selama proses evakuasi, tim SAR berkoordinasi erat dengan pihak kepolisian, Dinas Kesehatan Kabupaten Sekadau, dan rumah sakit setempat. Upaya penanganan darurat difokuskan pada penstabilan kondisi korban kritis serta penyediaan perawatan lanjutan bagi korban luka ringan.
I Made Junetra menekankan pentingnya kesiapsiagaan tim SAR di daerah terpencil seperti Sekadau, mengingat keterbatasan akses transportasi darat. Ia menambahkan bahwa latihan rutin dan peningkatan peralatan SAR menjadi prioritas untuk mempercepat respons pada kejadian serupa di masa depan.
Hingga saat ini, penyebab kecelakaan masih dalam tahap penyelidikan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Penyidik akan memeriksa faktor teknis, cuaca, serta prosedur penerbangan yang dijalankan pada saat kejadian.




