Devisa Sektor Pariwisata Triwulan I 2026 Meningkat 6,3 Persen, Peluang SDM Masih Melimpah
Devisa Sektor Pariwisata Triwulan I 2026 Meningkat 6,3 Persen, Peluang SDM Masih Melimpah

Devisa Sektor Pariwisata Triwulan I 2026 Meningkat 6,3 Persen, Peluang SDM Masih Melimpah

Frankenstein45.Com – 20 Juni 2026 | Devisa yang dihasilkan oleh sektor pariwisata Indonesia mencatat peningkatan sebesar 6,3 % pada kuartal pertama tahun 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan ini mencerminkan pemulihan permintaan wisatawan baik domestik maupun mancanegara setelah beberapa tahun terakhir yang penuh tantangan.

Data resmi menunjukkan bahwa nilai devisa pariwisata mencapai angka yang belum diungkap secara spesifik, namun pertumbuhan positif tersebut menandakan peningkatan kunjungan wisatawan, perpanjangan rata‑rata lama tinggal, serta peningkatan pengeluaran per kapita.

Poin utama pertumbuhan

  • Pengunjung internasional kembali meningkat, didorong oleh pembukaan kembali batas wilayah dan promosi destinasi unggulan.
  • Wisatawan domestik menunjukkan tren berulang yang lebih tinggi, khususnya pada destinasi alam dan budaya.
  • Pengeluaran rata‑rata per wisatawan mengalami kenaikan, berkontribusi pada peningkatan total devisa.

Para akademisi menilai bahwa meski angka devisa terus naik, sektor ini masih memiliki potensi besar dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM). Menurut beberapa pakar, kebutuhan tenaga kerja terampil di bidang pariwisata masih jauh dari cukup, terutama pada posisi‑posisi strategis.

Peluang SDM di sektor pariwisata

  1. Guides dan pemandu wisata yang menguasai bahasa asing serta pengetahuan budaya lokal.
  2. Manajer hotel dan resort dengan keahlian manajemen layanan.
  3. Spesialis pemasaran digital untuk mempromosikan destinasi secara online.
  4. Profesional event dan konferensi yang mampu menyelenggarakan acara berskala internasional.
  5. Ahli pengembangan produk wisata berbasis ekowisata dan budaya.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, lembaga pendidikan dan pelatihan diharapkan meningkatkan kurikulum yang relevan, serta memperkuat kerja sama dengan industri. Pemerintah juga dapat memperluas program beasiswa dan magang guna menyiapkan generasi profesional yang siap bersaing di pasar global.