Frankenstein45.Com – 21 April 2026 | Jakarta – Pada peringatan Paskah yang diselenggarakan oleh Perguruan Tinggi Wanita Sumatera Utara (PWGSU), Hashim Djojohadikusumo menyampaikan pandangannya mengenai perlunya percepatan transisi energi di Indonesia. Ia menegaskan bahwa negara kepulauan ini memiliki potensi besar untuk mengembangkan sumber energi terbarukan, sekaligus menyiapkan langkah strategis menuju target emisi karbon nol pada tahun 2060.
- Sumber daya alam yang melimpah – Indonesia memiliki potensi energi surya, angin, air, dan panas bumi yang masih belum dimanfaatkan secara optimal.
- Dukungan kebijakan – Pemerintah harus memperkuat regulasi dan insentif bagi investasi di sektor energi bersih.
- Kolaborasi lintas sektor – Keterlibatan swasta, lembaga penelitian, dan masyarakat luas diperlukan untuk inovasi teknologi dan penerapan proyek energi terbarukan.
Hashim juga menyoroti pentingnya menyiapkan infrastruktur yang dapat menampung energi terbarukan secara luas, termasuk jaringan listrik pintar dan sistem penyimpanan energi. Ia menambahkan bahwa target emisi nol pada 2060 bukan sekadar slogan, melainkan agenda nasional yang memerlukan komitmen jangka panjang.
Berikut rangkuman poin-poin utama yang diutarakan Hashim dalam pidatonya:
| Isu | Penekanan |
|---|---|
| Potensi energi terbarukan | Surya, angin, air, panas bumi |
| Kebijakan | Regulasi pro‑investasi, insentif fiskal |
| Kolaborasi | Swasta, akademisi, masyarakat |
| Infrastruktur | Jaringan pintar, penyimpanan energi |
| Target 2060 | Emisi nol, agenda nasional |
Dengan menekankan langkah konkret dan sinergi antar pemangku kepentingan, Hashim berharap Indonesia dapat menjadi contoh regional dalam mengatasi perubahan iklim sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.




