Didukung Danantara, PaDi UMKM Perkuat Ekosistem Pengadaan Digital BUMN dan UMKM
Didukung Danantara, PaDi UMKM Perkuat Ekosistem Pengadaan Digital BUMN dan UMKM

Didukung Danantara, PaDi UMKM Perkuat Ekosistem Pengadaan Digital BUMN dan UMKM

Frankenstein45.Com – 26 Mei 2026 | PaDi UMKM, platform digital pengadaan yang dikembangkan oleh PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, kembali menggelar acara bergengsi PaDi Business Forum & Showcase (PBFS) 2026. Acara tersebut berlangsung pada Senin, 6 Mei 2026 di Auditorium PLN Pusat, Jakarta Selatan.

Acara ini disambut dengan dukungan strategis dari Danantara, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang solusi teknologi keuangan. Kolaborasi antara Danantara dan PaDi UMKM ditujukan untuk memperluas jangkauan layanan digital procurement bagi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) serta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Tujuan utama PBFS 2026

  • Meningkatkan pemahaman BUMN dan UMKM tentang manfaat pengadaan digital.
  • Memperkenalkan fitur-fitur terbaru PaDi UMKM, termasuk integrasi pembayaran dan analitik data.
  • Menjalin kemitraan baru antara penyedia barang, jasa, dan platform digital.

Peran Danantara dalam Ekosistem

Danantara memberikan dukungan berupa:

  1. Solusi fintech yang mempermudah proses pembayaran dan pencairan dana.
  2. Integrasi API yang memungkinkan sinkronisasi data real‑time antara PaDi UMKM dan sistem keuangan BUMN.
  3. Penyediaan layanan konsultasi untuk meningkatkan adopsi teknologi di kalangan UMKM.

Dengan kombinasi teknologi pengadaan dan solusi keuangan yang terintegrasi, diharapkan proses tender, kontrak, dan pembayaran menjadi lebih transparan, cepat, dan akuntabel.

Selama forum, lebih dari 200 peserta dari berbagai sektor—termasuk perwakilan BUMN, asosiasi UMKM, serta startup teknologi—berpartisipasi dalam sesi diskusi panel dan demonstrasi produk. Beberapa inisiatif yang diungkapkan meliputi program pelatihan digital bagi UMKM, serta skema pembiayaan khusus bagi pelaku usaha yang ingin mengadopsi platform PaDi UMKM.

Keberhasilan PBFS 2026 menandai langkah penting dalam memperkuat ekosistem pengadaan digital di Indonesia, sekaligus memperlihatkan sinergi antara pemain industri telekomunikasi, fintech, dan sektor publik dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.