Frankenstein45.Com – 03 April 2026 | Direktur Utama Perum Bulog, Agmad Rizal Ramdhani, menegaskan bahwa stok beras nasional masih berada pada level aman sebesar 4,3 juta ton, setara dengan kebutuhan pangan selama kurang lebih enam bulan. Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Jakarta, menyusul kekhawatiran publik terkait dinamika geopolitik yang dapat memengaruhi pasokan pangan.
Agmad menambahkan bahwa Bulog terus memantau situasi pasar internasional dan domestik, serta melakukan langkah-langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga beras, antara lain:
- Penyesuaian volume impor beras sesuai kebutuhan nasional.
- Peningkatan distribusi beras ke daerah rawan kekurangan pangan.
- Koordinasi intensif dengan Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan.
Ia juga menegaskan bahwa tidak ada indikasi penurunan kualitas atau kuantitas stok beras yang disimpan oleh Bulog. Dengan stok yang mencukupi, pemerintah dapat mengantisipasi fluktuasi harga dan memastikan ketersediaan beras bagi seluruh lapisan masyarakat.
Selain itu, Bulog sedang memperkuat sistem logistik dan penyimpanan untuk mengurangi potensi kehilangan selama proses distribusi. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi rantai pasok dan menurunkan biaya operasional, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh konsumen.
Direktur Utama Bulog mengajak masyarakat untuk tidak panik dan tetap tenang, sambil terus memantau informasi resmi dari pemerintah. Ia menutup dengan harapan bahwa bersama-sama, negara dapat menjaga ketahanan pangan dan stabilitas ekonomi di tengah tantangan global.




