Frankenstein45.Com – 03 April 2026 | Direktur Utama Perum Bulog, Agmad Rizal Ramdhani, mengumumkan rencana pembangunan seratus gudang penyimpanan pangan baru di seluruh Indonesia. Proyek ini diproyeksikan selesai dalam lima tahun ke depan dan diharapkan dapat meningkatkan ketahanan pangan nasional secara signifikan.
Rencana tersebut mencakup pembangunan gudang strategis di wilayah-wilayah yang selama ini memiliki keterbatasan fasilitas penyimpanan, antara lain di Pulau Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Setiap gudang direncanakan memiliki kapasitas antara 10.000 hingga 30.000 ton, dilengkapi dengan teknologi kontrol suhu dan kelembaban terkini.
Berikut beberapa tujuan utama proyek ini:
- Meningkatkan cadangan pangan strategis negara sehingga dapat mengantisipasi fluktuasi pasokan.
- Memperpendek rantai distribusi sehingga biaya logistik turun.
- Mendukung petani lokal dengan menyediakan fasilitas penyimpanan yang memadai.
- Menstimulasi pertumbuhan ekonomi di daerah dengan membuka lapangan kerja baru.
Anggaran yang dialokasikan untuk seluruh proyek diperkirakan mencapai Rp 12 triliun, yang akan dibiayai melalui kombinasi dana pemerintah, pinjaman bank, dan investasi swasta. Bulog menargetkan bahwa setidaknya 60% dari dana tersebut berasal dari anggaran negara.
Dalam sesi tanya jawab, Agmad Rizal Ramdhani menegaskan bahwa setiap gudang akan dilengkapi dengan sistem manajemen inventaris berbasis digital, memungkinkan monitoring real‑time terhadap stok beras, gula, minyak, dan komoditas penting lainnya.
Proyek ini juga akan memperhatikan aspek keberlanjutan, dengan penggunaan energi terbarukan seperti panel surya untuk mengurangi jejak karbon.
Para analis menilai bahwa peningkatan kapasitas penyimpanan ini dapat memperkuat posisi Indonesia dalam menjaga stabilitas harga pangan, terutama pada masa-masa panen raya atau krisis global.
Dengan langkah ini, Bulog berharap dapat menegakkan komitmen pemerintah untuk menjamin ketahanan pangan yang berkelanjutan bagi seluruh rakyat Indonesia.




