Dirut KAI: Enam hingga Tujuh Penumpang Masih Terjebak di Dalam Gerbong KRL
Dirut KAI: Enam hingga Tujuh Penumpang Masih Terjebak di Dalam Gerbong KRL

Dirut KAI: Enam hingga Tujuh Penumpang Masih Terjebak di Dalam Gerbong KRL

Frankenstein45.Com – 28 April 2026 | Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin, menyatakan bahwa masih ada enam hingga tujuh penumpang yang terperangkap di dalam satu gerbong KRL setelah kecelakaan terjadi pada pagi hari ini. Insiden tersebut terjadi pada jalur utama yang menghubungkan Stasiun A dengan Stasiun B, tepat di area persimpangan jalur yang mengalami gangguan sinyal.

Bobby Rasyidin menegaskan bahwa tim penyelamat telah dikerahkan sejak dini hari dan proses evakuasi sedang berlangsung. “Kami telah mengirimkan petugas teknis, tim pemadam kebakaran, serta tenaga medis ke lokasi. Prioritas utama kami adalah memastikan keselamatan semua penumpang yang masih berada di dalam gerbong,” ujar dia dalam konferensi pers.

  • Tim teknis KAI memeriksa mekanisme pintu dan sistem rem untuk mengidentifikasi penyebab kegagalan.
  • Petugas pemadam kebakaran menggunakan peralatan pemotong khusus untuk membuka pintu gerbong secara manual.
  • Tenaga medis memberikan pertolongan pertama kepada penumpang yang mengalami cedera ringan akibat terpaku di dalam gerbong.

Hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa. Namun, beberapa penumpang melaporkan rasa pusing dan luka ringan akibat terjepit. Semua penumpang yang berhasil dievakuasi telah dipindahkan ke stasiun terdekat untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Pihak KAI juga mengumumkan bahwa investigasi menyeluruh akan dilakukan untuk menelusuri akar permasalahan teknis maupun operasional. Hasil temuan nanti akan menjadi dasar bagi perbaikan prosedur keamanan dan pemeliharaan sarana kereta api.

Dalam upaya mencegah kejadian serupa, KAI berencana meningkatkan frekuensi inspeksi sistem rem otomatis serta melatih kembali petugas operasional dalam penanganan keadaan darurat. Selain itu, KAI berjanji akan memberikan kompensasi kepada penumpang yang terdampak sesuai dengan kebijakan yang berlaku.