Frankenstein45.Com – 18 April 2026 | Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan pernyataan yang melarang Israel melakukan serangan militer ke Lebanon. Keputusan ini muncul setelah Iran menekan pihaknya untuk memasukkan Lebanon dalam rangkaian perjanjian gencatan senjata yang sedang dinegosiasikan.
Dalam sebuah unggahan resmi di media sosial, Trump menegaskan bahwa serangan Israel ke wilayah Lebanon tidak akan mendapat dukungan dari administrasinya. Ia menambahkan bahwa Amerika Serikat mendesak semua pihak untuk menahan diri demi menghindari eskalasi konflik di wilayah tersebut.
Iran, yang memiliki hubungan strategis dengan kelompok Hizbullah di Lebanon, menuntut agar Lebanon menjadi bagian dari gencatan senjata yang sedang dirundingkan dengan Israel. Tehran menilai bahwa keberadaan Hizbullah di perbatasan utara Israel dapat menimbulkan ancaman keamanan yang lebih luas jika konflik terus berlanjut.
Langkah Trump ini dipandang sebagai upaya Washington untuk menyeimbangkan kepentingan strategisnya di Timur Tengah, sekaligus meredam ketegangan yang dapat meluas ke negara-negara tetangga. Pemerintah Israel belum memberikan respons resmi terkait larangan tersebut, namun diperkirakan akan meninjau kembali operasi militer yang sedang berlangsung.
Para pengamat menilai bahwa keputusan ini dapat memperlambat operasi Israel di Lebanon, namun tidak menutup kemungkinan tindakan militer kembali dilancarkan jika situasi keamanan memburuk. Sementara itu, komunitas internasional menyerukan dialog yang lebih intensif untuk mencapai gencatan senjata yang inklusif.




