Ditjen Imigrasi Pastikan Pelayanan Publik Tetap Optimal Usai OTT KPK
Ditjen Imigrasi Pastikan Pelayanan Publik Tetap Optimal Usai OTT KPK

Ditjen Imigrasi Pastikan Pelayanan Publik Tetap Optimal Usai OTT KPK

Frankenstein45.Com – 05 Juni 2026 | Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) menegaskan bahwa layanan publik tetap berjalan optimal meski terjadi operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap sejumlah pegawai. Dalam konferensi pers yang diadakan pada Senin (5/5/2024), Kepala Direktorat Jenderal Imigrasi, Irwan Yusuf, menyampaikan bahwa langkah-langkah pengamanan internal telah diterapkan sejak awal agar tidak mengganggu proses pelayanan bagi masyarakat.

Beberapa langkah utama yang diambil antara lain:

  • Peningkatan pengawasan internal melalui unit audit khusus yang memantau setiap aktivitas pegawai.
  • Penempatan tenaga tambahan di kantor imigrasi strategis untuk mengurangi beban kerja unit yang terdampak.
  • Penggunaan sistem digital terintegrasi untuk mempercepat proses permohonan paspor, visa, dan izin tinggal, sehingga mengurangi ketergantungan pada intervensi manual.
  • Penyuluhan intensif kepada seluruh staf mengenai kode etik, prosedur anti‑korupsi, dan mekanisme pelaporan anonim.

Irwan juga menekankan bahwa tidak ada perubahan jadwal operasional kantor imigrasi di wilayah Jabodetabek, Sumatra, dan Kalimantan. Semua loket layanan tetap buka pada jam kerja standar, dan antrian daring tetap dapat diakses melalui portal resmi Imigrasi. Untuk memastikan transparansi, Kemenimipas berkomitmen mempublikasikan laporan mingguan mengenai jumlah layanan yang selesai diproses serta tingkat kepuasan pengguna.

Selain itu, Direktorat Jenderal Imigrasi berkoordinasi dengan KPK untuk memberikan data lengkap terkait kasus yang sedang ditangani, sekaligus memastikan bahwa proses hukum tidak mengganggu layanan publik. Menurut Irwan, upaya kolaboratif ini diharapkan dapat mempercepat penyelesaian kasus sambil menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi imigrasi.

Pengguna layanan diharapkan tetap dapat mengakses informasi terbaru melalui situs resmi Imigrasi atau melalui aplikasi mobile yang menyediakan notifikasi real‑time mengenai status permohonan. Dengan langkah-langkah tersebut, Direktorat Jenderal Imigrasi optimis dapat mempertahankan standar pelayanan yang prima meski berada di tengah situasi yang menantang.