Frankenstein45.Com – 01 Mei 2026 | Bank Mandiri mengumumkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang ditopang oleh fundamental keuangan yang kuat. Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyetujui pembagian dividen sebesar Rp 44,47 triliun, setara 79 % dari laba bersih tahun buku 2025, menjadikannya pembagian terbesar dalam sejarah perusahaan.
Keputusan tersebut mencerminkan komitmen bank untuk memberikan nilai tambah kepada pemegang saham sekaligus memperkuat peranannya dalam perekonomian nasional. Selain dividen, rapat juga menyetujui program buyback saham dan penyegaran jajaran pengurus.
- Dividen: Rp 44,47 triliun (79 % laba bersih); akan dibayarkan dalam dua tahap, masing‑masing pada kuartal I dan II 2025.
- Buyback: Otorisasi pembelian kembali saham senilai hingga Rp 10 triliun untuk meningkatkan likuiditas dan mendukung harga saham.
- Penyegaran pengurus: Pengangkatan tiga anggota dewan direksi baru dan dua anggota dewan komisaris, memperkuat tata kelola dan menambah keahlian di bidang digital banking serta keuangan berkelanjutan.
Berikut rangkuman keputusan utama dalam bentuk tabel:
| Keputusan | Nilai | Keterangan |
|---|---|---|
| Dividen | Rp 44,47 triliun | 79 % laba bersih 2025, tertinggi dalam sejarah |
| Buyback | Rp 10 triliun | Otorisasi pembelian kembali saham |
| Penyegaran Pengurus | 5 orang baru | 3 Direksi, 2 Komisaris |
Langkah-langkah ini dipandang sebagai bukti kontribusi Bank Mandiri terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia, mengingat peranannya sebagai salah satu bank terbesar yang mendukung pembiayaan infrastruktur, usaha kecil menengah, dan digitalisasi layanan keuangan.
Analisis para pakar menilai bahwa fundamental solid bank—termasuk rasio kecukupan modal yang kuat, kualitas aset yang terjaga, dan profitabilitas yang konsisten—menjadi dasar utama bagi keputusan pembagian dividen yang agresif ini. Dengan buyback, perusahaan berharap dapat meningkatkan earnings per share (EPS) serta memberikan sinyal positif kepada pasar modal.
Penyegaran jajaran pengurus juga diharapkan membawa inovasi dalam strategi digital, keberlanjutan, dan layanan nasabah, sejalan dengan agenda pemerintah untuk memperkuat sistem keuangan yang inklusif.
Ke depan, Bank Mandiri menargetkan pertumbuhan laba bersih di atas 10 % per tahun, sambil terus memperluas jaringan layanan digital dan memperkuat posisi sebagai motor penggerak ekonomi nasional.




