DKI Jakarta Hapus Aturan Ganjil Genap pada 27-28 Mei 2026
DKI Jakarta Hapus Aturan Ganjil Genap pada 27-28 Mei 2026

DKI Jakarta Hapus Aturan Ganjil Genap pada 27-28 Mei 2026

Frankenstein45.Com – 26 Mei 2026 | Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi menangguhkan penerapan kebijakan ganjil genap pada tanggal 27 dan 28 Mei 2026. Keputusan ini diumumkan melalui siaran pers Dinas Perhubungan DKI, dengan tujuan mengurangi kepadatan lalu lintas selama dua hari libur nasional.

Penghentian aturan tersebut mencakup seluruh ruas utama yang biasanya berada di bawah skema ganjil genap, antara lain Jalan Sudirman, Jalan Thamrin, Jalan Gatot Subroto, dan beberapa jalan penunjang di daerah Central dan West Jakarta. Kendaraan roda dua dan roda empat yang memiliki nomor plat ganjil maupun genap dapat melintas bebas tanpa batasan waktu.

Alasan utama penangguhan ialah antisipasi lonjakan volume kendaraan pada hari libur panjang serta upaya memberikan kelonggaran bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan jauh ke luar kota. Selain itu, Dinas Perhubungan menilai bahwa pelaksanaan ganjil genap selama dua hari berturut‑turut tidak memberikan efektivitas signifikan dalam mengurangi kemacetan.

  • Ruas yang terdampak: Sudirman, Thamrin, Gatot Subroto, Jalan HR Rasuna Said, Jalan HR. Rasuna Said, Jalan M.T. Haryono.
  • Jam operasional: Seluruh hari, tanpa pembatasan waktu.
  • Harapan: Mengurangi tekanan pada jaringan jalan utama selama libur nasional.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menyatakan bahwa kebijakan ini bersifat temporer dan akan dievaluasi kembali setelah masa libur selesai. Ia menambahkan bahwa pemerintah tetap berkomitmen memperbaiki infrastruktur dan meningkatkan pelayanan transportasi publik sebagai solusi jangka panjang.

Reaksi publik beragam. Sebagian warga menyambut baik keputusan tersebut karena dianggap memberi kebebasan bergerak, sementara kelompok aktivis lingkungan menilai langkah ini hanya solusi sementara tanpa mengatasi akar permasalahan kemacetan.

Penghentian ganjil genap pada 27‑28 Mei 2026 akan berakhir secara otomatis pada 29 Mei, ketika kebijakan kembali diterapkan sesuai jadwal reguler.