Frankenstein45.Com – 17 Mei 2026 | Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengumumkan rencana intensif mempelajari pendekatan Kota Cannes, Prancis, dalam menggerakkan ekonomi kreatif lewat penyelenggaraan event berskala internasional. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat posisi Jakarta sebagai pusat kreativitas dan destinasi utama bagi pertemuan bisnis, festival, serta konferensi global.
Alasan Memilih Cannes
Cannes dikenal bukan hanya sebagai tuan rumah Festival Film Cannes, tetapi juga sebagai ekosistem event yang terintegrasi dengan sektor pariwisata, perhotelan, kuliner, dan industri kreatif. Keberhasilan kota tersebut terletak pada sinergi antara pemerintah, sektor swasta, serta komunitas kreatif yang berkolaborasi dalam menyusun kalender acara tahunan yang menarik investor dan pengunjung dari seluruh dunia.
Rencana Aksi DKI
Untuk meniru model tersebut, DKI Jakarta menyiapkan serangkaian kegiatan:
- Delegasi resmi akan melakukan kunjungan studi ke Cannes selama tiga hari, termasuk pertemuan dengan pejabat kota, penyelenggara festival, dan perwakilan industri kreatif.
- Penyusunan tim kerja lintas sektor (pariwisata, budaya, ekonomi, dan transportasi) yang akan mengkaji kebijakan publik, regulasi perizinan, dan mekanisme pendanaan event.
- Pembuatan roadmap jangka pendek (2024‑2025) dan jangka menengah (2026‑2028) yang mencakup pengembangan venue, peningkatan infrastruktur digital, serta program pelatihan bagi pelaku usaha kreatif.
Strategi Kunci yang Akan Diadaptasi
Berikut beberapa elemen strategis Cannes yang menjadi fokus adaptasi:
| Strategi | Implementasi di Jakarta |
|---|---|
| Branding kota berbasis event | Penciptaan label “Jakarta Creative Hub” yang dipromosikan melalui kampanye internasional. |
| Kalender event terintegrasi | Penyusunan agenda tahunan yang mencakup festival film, musik, desain, dan teknologi. |
| Kolaborasi publik‑privat | Pembentukan kemitraan dengan venue komersial, sponsor korporat, dan lembaga budaya. |
| Dukungan regulasi cepat | Peluncuran satu pintu layanan perizinan event berbasis online. |
| Pengembangan infrastruktur | Renovasi ruang publik, peningkatan jaringan transportasi, dan penyediaan fasilitas teknologi tinggi. |
Pejabat DKI, Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya, menekankan pentingnya “mengambil pelajaran konkret dari Cannes tanpa meniru secara mentah”. Ia menambahkan bahwa adaptasi akan disesuaikan dengan karakteristik budaya, demografi, dan potensi ekonomi lokal.
Jika berhasil, strategi ini diproyeksikan dapat menambah 15‑20 persen kunjungan wisatawan bisnis dalam lima tahun ke depan serta menciptakan ribuan lapangan kerja di sektor kreatif, perhotelan, dan layanan pendukung.
Dengan langkah ini, DKI Jakarta berambisi menjadikan Indonesia tidak hanya sebagai pasar konsumen, melainkan juga sebagai pusat produksi konten dan pengalaman event yang kompetitif secara global.




