DKI Kemarin, Pembenahan JAKI hingga Minyak Jelantah Jadi Sabun
DKI Kemarin, Pembenahan JAKI hingga Minyak Jelantah Jadi Sabun

DKI Kemarin, Pembenahan JAKI hingga Minyak Jelantah Jadi Sabun

Frankenstein45.Com – 09 April 2026 | Pada Rabu, 8 April 2024, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta menggelar serangkaian aksi penanganan laporan JAKI (Jalan, Air, Kebersihan, dan Infrastruktur) yang mencakup perbaikan trotoar, pembersihan selokan, serta inovasi pengolahan limbah minyak jelantah menjadi sabun. Kegiatan ini menjadi sorotan publik karena menggabungkan upaya kebersihan kota dengan solusi ekonomi sirkular.

Tim respons cepat DKI menanggapi lebih dari 200 laporan warga yang masuk melalui aplikasi JAKI. Dari laporan tersebut, prioritas diberikan pada area dengan potensi bahaya banjir dan kerusakan infrastruktur jalan. Langkah-langkah utama meliputi:

  • Penggantian paving block yang retak di beberapa titik strategis di pusat kota.
  • Pembersihan dan penyumbatan saluran air yang tersumbat oleh sampah organik.
  • Pemasangan rambu peringatan di lokasi rawan kecelakaan pejalan kaki.

Sebagai bagian dari program daur ulang, DKI Jakarta bekerjasama dengan komunitas pengrajin sabun lokal untuk mengolah minyak jelantah yang dikumpulkan dari warung makan, kantin, dan rumah tangga. Minyak yang telah diproses melalui penyaringan dan saponifikasi menghasilkan sabun cair yang dapat digunakan untuk keperluan rumah tangga maupun dibagikan secara gratis kepada warga di daerah kurang mampu.

Proses pembuatan sabun dijelaskan dalam tiga fase sederhana:

  1. Pengumpulan minyak jelantah melalui titik penampungan resmi.
  2. Penghilangan kotoran dengan filtrasi dan pemanasan suhu rendah.
  3. Pencampuran dengan alkali (soda kaustik) dan bahan pengental untuk menghasilkan sabun cair yang stabil.

Hasilnya, lebih dari 5.000 liter sabun telah diproduksi sejak awal tahun, mengurangi volume limbah minyak yang biasanya dibuang ke sungai dan selokan. Selain manfaat lingkungan, program ini juga membuka peluang kerja bagi warga sekitar yang terlibat dalam proses produksi dan distribusi.

Pemerintah Provinsi DKI menegaskan komitmen untuk memperluas jaringan penanganan JAKI dan memperbanyak titik pengumpulan minyak jelantah. Diharapkan, dengan sinergi antara pemerintah, komunitas, dan warga, Jakarta dapat menjadi contoh kota yang bersih, hijau, dan berkelanjutan.