Frankenstein45.Com – 28 Mei 2026 | Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Dudi Gardesi Asikin, menyampaikan bahwa sikap dan partisipasi warga terhadap program pilah sampah semakin menunjukkan tren positif. Program yang melibatkan pemisahan sampah organik, anorganik, dan B3 (bahan berbahaya dan beracun) kini mendapat dukungan lebih luas di berbagai kelurahan.
Beberapa faktor yang menyebabkan perbaikan ini antara lain:
- Peningkatan sosialisasi melalui media lokal, posko informasi, dan pelatihan langsung kepada masyarakat.
- Penyediaan tempat sampah berwarna khusus di setiap titik pengumpulan, memudahkan warga dalam memilah sampah.
- Keterlibatan komunitas lingkungan dan LSM dalam mengadakan kegiatan bersih-bersih serta edukasi.
Data terbaru yang dirilis oleh DLH DKI menunjukkan peningkatan signifikan dalam kepatuhan warga:
| Parameter | 2023 | 2024 (s.d. Maret) |
|---|---|---|
| Persentase rumah tangga yang memisahkan sampah | 62% | 78% |
| Volume sampah organik terpisah (ton) | 1.200 | 1.560 |
| Volume sampah anorganik terpisah (ton) | 800 | 1.040 |
Selain angka, Dudi menekankan pentingnya keberlanjutan program dengan menambah jumlah posko daur ulang dan memperkuat regulasi yang mewajibkan pemisahan sampah di tingkat rumah tangga. Ia juga mengajak warga untuk terus menjaga kebersihan lingkungan serta melaporkan pelanggaran secara aktif.
Dengan antusiasme yang terus meningkat, diharapkan program pilah sampah dapat menjadi model bagi kota lain dalam upaya mengurangi volume sampah akhir dan mendukung target pengelolaan sampah Nasional.




