Dody Hanggodo Dorong Percepatan Sekolah Rakyat di Kalimantan Barat: Kolaborasi Danantara, TNI, dan Pemerintah Siap Atasi Kendala Cash Flow
Dody Hanggodo Dorong Percepatan Sekolah Rakyat di Kalimantan Barat: Kolaborasi Danantara, TNI, dan Pemerintah Siap Atasi Kendala Cash Flow

Dody Hanggodo Dorong Percepatan Sekolah Rakyat di Kalimantan Barat: Kolaborasi Danantara, TNI, dan Pemerintah Siap Atasi Kendala Cash Flow

Frankenstein45.Com – 29 Mei 2026 | Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, menegaskan komitmen pemerintah untuk menyelesaikan program Sekolah Rakyat secara cepat di Provinsi Kalimantan Barat, khususnya di kota Pontianak, Singkawang, dan wilayah Pemprov Kalbar. Kunjungan lapangan yang dilakukannya pada 28 Mei 2026 menampilkan progres fisik yang bervariasi, sekaligus menyoroti peran penting pihak swasta Danantara, TNI, serta lembaga keuangan dalam mengatasi tantangan pendanaan dan tenaga kerja.

Kolaborasi Lintas Sektor untuk Mempercepat Pembangunan

Dody Hanggodo memuji dukungan konkret yang diberikan oleh Danantara melalui Pak Dony Oskaria, serta bantuan tenaga kerja dari Panglima TNI. “Dukungan pendanaan dan tenaga yang tersedia mempercepat progres pekerjaan di lapangan,” ujar Menteri, menekankan pentingnya sinergi antara sektor publik, swasta, dan militer. Ia menambahkan bahwa koordinasi intensif terus dilakukan agar semua kebutuhan percepatan terpenuhi tepat waktu.

Dalam upaya menekan waktu, pemerintah menargetkan penyelesaian seluruh tiga Sekolah Rakyat di Kalbar paling lambat 20 Juni 2026, agar bangunan dapat mulai beroperasi pada Tahun Ajaran Baru 2026/2027. Untuk memastikan akurasi laporan, Dody menegaskan bahwa kunjungan langsung ke lokasi menjadi langkah krusial, bukan sekadar laporan administratif.

Data Progres Pembangunan per 27 Mei 2026

  • Progres kumulatif seluruh Sekolah Rakyat di Kalbar: 45,95%
  • SR Pontianak: 48,35%
  • SR Singkawang: 45,00%
  • SR Pemprov Kalbar (Singkawang): 44,03%

Angka tersebut menunjukkan kemajuan signifikan, namun masih berada di zona merah pada beberapa titik. Menteri menegaskan bahwa target penyelesaian pada Juni 2026 masih realistis asalkan aliran dana dan material tetap terjaga.

Kendala Cash Flow Kontraktor dan Solusi Pemerintah

Di samping tantangan tenaga kerja, Dody Hanggodo mengidentifikasi masalah cash flow kontraktor sebagai hambatan utama. Beberapa kontraktor fase II mengalami kesulitan likuiditas, yang berpotensi menunda progres fisik. Untuk mengatasi hal ini, Menteri meminta Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara serta Bank Himbara memberikan fasilitas pembiayaan bagi kontraktor yang terdampak. “Kami tidak ingin ada proyek yang mangkrak karena kendala arus kas,” tegas Dody.

Progres fisik proyek Sekolah Rakyat tahap II secara nasional mencapai 62,63% per 25 Mei 2025, sementara progres keuangan baru 41,76%. Pemerintah menargetkan seluruh fase II selesai pada Juni 2026 dan siap beroperasi Juli 2026, sejalan dengan jadwal tahun ajaran baru.

Peran Pemerintah Daerah dan Tenaga Kerja

Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk mengawal percepatan pembangunan. Kedua pihak sepakat menambah tenaga kerja, yang hingga 25 Mei 2026 telah mencapai 71.579 orang. Dengan dukungan tambahan dari TNI, diharapkan tenaga kerja dapat dipadukan dengan material yang tersedia secara optimal.

Dalam kondisi ekonomi yang menekan, supplier material semakin enggan memberikan kredit. Oleh karena itu, ketersediaan dana menjadi faktor penentu. Dody menegaskan bahwa optimisme menjadi landasan utama dalam mengatasi setiap rintangan, sehingga seluruh pihak dapat berpikir solusi yang tepat.

Langkah Selanjutnya dan Harapan Pendidikan

Program Sekolah Rakyat tidak hanya sekadar membangun infrastruktur, melainkan juga merupakan upaya strategis pemerintah untuk memutus rantai kemiskinan ekstrem melalui akses pendidikan yang lebih baik. Dody Hanggodo menutup kunjungan dengan harapan bahwa anak-anak prasejahtera di Kalimantan Barat dapat memasuki bangunan sekolah baru tepat pada Juli 2026, bersamaan dengan dimulainya tahun ajaran baru.

Ke depan, Menteri PU akan terus memantau progres melalui kunjungan lapangan reguler, memastikan bahwa semua laporan lapangan selaras dengan data resmi, serta memperkuat koordinasi dengan Danantara, TNI, dan lembaga keuangan untuk menjaga aliran dana tetap lancar hingga proyek selesai.