Frankenstein45.Com – 12 Mei 2026 | Tim peneliti dari Institut Fisika Kimia, Tiongkok, berhasil mengintegrasikan sel bahan bakar hidrogen berteknologi tinggi ke dalam sebuah drone berukuran kecil. Sistem ini dinamakan “jantung hidrogen” karena berfungsi sebagai sumber energi utama yang mampu meningkatkan lama terbang secara signifikan dibandingkan dengan baterai lithium‑ion konvensional.
Sel bahan bakar yang dipasang merupakan tipe High‑Specific‑Power Cathode‑Closed Air‑Cooled Stack. Desain tertutup dengan pendinginan udara memungkinkan operasi pada suhu tinggi tanpa memerlukan sistem pendingin cair yang berat. Setiap sel memiliki densitas daya lebih dari 2 kW/kg, sehingga drone dapat menghasilkan dorongan kuat dengan beban energi yang relatif ringan.
Berikut adalah beberapa karakteristik teknis utama dari sel bahan bakar tersebut:
- Daya spesifik: >2 kW/kg
- Tekanan operasi: 1,5 MPa
- Efisiensi listrik: sekitar 55 %
- Berat sel: 150 gram untuk unit berkapasitas 300 W
Pengujian lapangan menunjukkan peningkatan daya tahan terbang hingga tiga kali lipat. Drone yang biasanya dapat terbang selama 20 menit dengan baterai konvensional berhasil mencatat waktu penerbangan 65 menit menggunakan sel hidrogen. Selain itu, jarak tempuh juga meningkat secara proporsional, memungkinkan penggunaan dalam misi pemantauan area luas atau pengiriman barang ringan.
Keunggulan lain yang diangkat oleh peneliti adalah fleksibilitas bahan bakar. Hidrogen dapat diproduksi melalui elektrolisis menggunakan energi terbarukan, sehingga rantai pasokan energi menjadi lebih bersih dibandingkan dengan bahan bakar fosil. Sel bahan bakar ini juga memiliki waktu pengisian kembali yang singkat; cukup dengan mengisi ulang tabung hidrogen selama 5‑10 menit, drone siap kembali beroperasi.
Meski demikian, ada tantangan yang masih harus diatasi. Infrastruktur pengisian hidrogen belum tersebar luas, terutama di wilayah terpencil. Selain itu, keamanan penyimpanan hidrogen pada kendaraan kecil memerlukan standar keselamatan yang ketat. Peneliti berencana untuk mengembangkan tabung penyimpanan bertekanan rendah serta sistem deteksi kebocoran otomatis.
Pengembangan ini diharapkan dapat membuka peluang baru bagi industri drone, khususnya dalam bidang pertanian presisi, pemetaan geografis, dan operasi pencarian‑penyelamatan. Dengan mengurangi ketergantungan pada baterai yang berat dan kapasitas terbatas, “jantung hidrogen” berpotensi menjadi solusi utama bagi peningkatan endurance dan efisiensi operasional drone di masa depan.




