Dony Oskaria Gencarkan Restrukturisasi BUMN Karya: Transformasi Hutama dan Waskita Siap Dorong Infrastruktur Nasional
Dony Oskaria Gencarkan Restrukturisasi BUMN Karya: Transformasi Hutama dan Waskita Siap Dorong Infrastruktur Nasional

Dony Oskaria Gencarkan Restrukturisasi BUMN Karya: Transformasi Hutama dan Waskita Siap Dorong Infrastruktur Nasional

Frankenstein45.Com – 19 April 2026 | Jakarta, 19 April 2026 – Kepala Badan Pengelola Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) sekaligus Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria, memimpin serangkaian rapat koordinasi yang menegaskan percepatan restrukturisasi strategis BUMN Karya. Dalam pertemuan yang melibatkan direksi Hutama Karya, Waskita Karya, dan unit-unit terkait, Oskaria menekankan bahwa transformasi tidak hanya bersifat finansial, melainkan juga menitikberatkan pada tata kelola, kepatuhan regulasi, dan transparansi.

Restrukturisasi yang dibahas mencakup dua entitas utama: PT Hutama Karya (Persero) dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Kedua perusahaan, yang menjadi pilar infrastruktur nasional, akan menjalani program pemulihan keuangan yang lebih realistis, peningkatan Good Corporate Governance (GCG), serta akselerasi internal untuk menjamin kelangsungan proyek strategis seperti jalan tol Trans Sumatera.

Langkah-Langkah Kunci Restrukturisasi

  • Revisi laporan keuangan menjadi lebih kredibel dan mencerminkan realitas operasional.
  • Peningkatan kepatuhan terhadap peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan standar akuntansi publik.
  • Penguatan transparansi melalui pelaporan rutin kepada pemangku kepentingan.
  • Penerapan Master Restructuring Agreement (MRA) pada Waskita Karya, termasuk restrukturisasi kredit modal kerja penjaminan (KMKP) dengan nilai outstanding Rp 31,65 triliun sejak Oktober 2024.
  • Restrukturisasi obligasi non‑penjaminan senilai Rp 3,35 triliun yang efektif sejak Maret 2024.
  • Optimalisasi portofolio anak perusahaan Hutama Karya, termasuk HKI, HKA, HKR, Hamawas, HMTP, dan HPSL, untuk meningkatkan sinergi operasional.

Menurut Dony Oskaria, langkah‑langkah tersebut dirancang untuk “menjamin fondasi perusahaan yang lebih kokoh serta meningkatkan kepercayaan para pemangku kepentingan”. Ia menambahkan bahwa proses transformasi akan dilaksanakan dengan prinsip kehati‑hatian, menghindari risiko likuiditas, dan tetap fokus pada penyelesaian proyek infrastruktur yang telah dijadwalkan.

Plt. Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, mengonfirmasi kesiapan tim internal untuk melakukan akselerasi. “Kami siap melakukan percepatan internal, memastikan bahwa setiap proyek strategis tetap terjaga kualitasnya dan tidak terhambat oleh isu keuangan,” ujarnya.

Di sisi lain, perwakilan Waskita Karya menegaskan komitmen perusahaan untuk melanjutkan restrukturisasi melalui MRA dan penyesuaian fasilitas kredit. Manajemen menargetkan peningkatan nilai kontrak baru hingga Rp 12,52 triliun sepanjang 2025, yang diharapkan dapat menambah arus kas positif dan memperbaiki rasio leverage.

Penguatan tata kelola yang diusung Oskaria juga mencakup pembentukan unit audit independen, pelaporan risiko yang lebih terintegrasi, dan pelatihan berkelanjutan bagi jajaran manajemen menengah. “Transparansi bukan sekadar slogan, melainkan landasan dalam setiap keputusan investasi dan operasional,” tegasnya.

Para analis pasar menilai bahwa langkah restrukturisasi ini dapat menstabilkan saham BUMN Karya di bursa, mengingat historis penurunan nilai pasar akibat beban utang tinggi. Jika berhasil, Hutama dan Waskita dapat kembali menjadi kontributor utama pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) melalui proyek infrastruktur skala nasional.

Secara keseluruhan, restrukturisasi yang dipimpin oleh Dony Oskaria menandai fase baru bagi BUMN Karya. Dengan fokus pada perbaikan keuangan, tata kelola yang kuat, dan pelaksanaan proyek yang tidak terganggu, diharapkan kedua perusahaan akan kembali beroperasi dengan daya saing yang lebih tinggi, memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia dan kesejahteraan masyarakat.