Frankenstein45.Com – 12 Juni 2026 | Seorang dosen bahasa Indonesia di Beijing Foreign Studies University (BFSU), Hendy Yuniarto, mengadakan sesi khusus untuk memperkenalkan keris, senjata tradisional Indonesia, kepada mahasiswa asal Tiongkok. Acara ini merupakan bagian dari program pertukaran budaya yang bertujuan memperdalam pemahaman lintas bangsa.
Selama pertemuan, Hendy menjelaskan asal‑usul keris, simbolisme bilah melengkung, serta makna filosofis yang terkandung dalam setiap ukirannya. Ia juga menampilkan beberapa contoh keris asli, memperlihatkan detail hiasan pada gagang (pepe) dan sarung (warangka). Mahasiswa tampak antusias, mengajukan pertanyaan mengenai teknik pembuatan, peran keris dalam sejarah Indonesia, dan cara penggunaannya dalam upacara tradisional.
Untuk memberi pengalaman langsung, dosen tersebut memperagakan cara memegang keris dengan benar dan menjelaskan etika yang harus diikuti saat menyentuh atau memamerkan benda bersejarah. Berikut poin‑poin utama yang disampaikan:
- Sejarah: Keris telah ada sejak abad ke‑13 dan menjadi simbol kebangsaan serta spiritualitas.
- Struktur: Terdiri atas bilah, gagang, sarung, serta hiasan logam bernilai artistik.
- Makna: Setiap ukiran memiliki arti khusus, seperti perlindungan, keberanian, atau keseimbangan.
- Etika: Keris harus diperlakukan dengan hormat, tidak boleh dijatuhkan atau diperlakukan sembarangan.
Mahasiswa China memberikan respon positif, menyatakan bahwa mereka memperoleh wawasan baru tentang keragaman budaya Indonesia. Salah satu peserta mencatat, “Saya terkesan dengan keindahan keris dan nilai filosofinya, ini membuka perspektif saya tentang warisan Indonesia.”
Acara ini tidak hanya memperkenalkan satu artefak, melainkan juga memperkuat ikatan akademik antara Indonesia dan Tiongkok. Diharapkan, inisiatif serupa dapat terus digulirkan untuk memperkaya dialog antarbudaya di tingkat universitas.




