Frankenstein45.Com – 21 Mei 2026 | Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Sukabumi, yang dikenal sebagai kampus digital kreatif, kembali menunjukkan perannya dalam mendorong inovasi pertanian air. Pada pekan lalu, sekelompok dosen mengadakan Focus Group Discussion (FGD) yang menitikberatkan pada modernisasi budidaya ikan.
Diskusi tersebut melibatkan petani, perwakilan pemerintah daerah, serta praktisi teknologi pertanian. Tujuan utama adalah mengidentifikasi tantangan tradisional—seperti rendahnya produktivitas, tingginya mortalitas ikan, dan ketergantungan pada metode konvensional—serta memperkenalkan solusi berbasis digital.
- Penerapan sensor kualitas air berbasis Internet of Things (IoT) untuk memantau suhu, pH, dan oksigen terlarut secara real‑time.
- Penggunaan aplikasi mobile yang membantu petani mencatat data pertumbuhan ikan, pakan, dan biaya produksi.
- Integrasi data analitik untuk mengoptimalkan jadwal pemberian pakan dan mengurangi limbah.
Hasil FGD menunjukkan antusiasme tinggi dari para peserta. Sebagian besar petani menyatakan kesiapan untuk mengadopsi teknologi tersebut asalkan tersedia pelatihan yang memadai dan dukungan finansial.
Sebagai tindak lanjut, dosen UBSI berkomitmen menyusun modul pelatihan berbasis blended learning, menggabungkan kelas daring dan praktik lapangan. Selain itu, mereka merencanakan pilot project di tiga kolam budidaya di wilayah Sukabumi, yang akan dipantau selama enam bulan.
Dengan mengintegrasikan teknologi digital ke dalam proses budidaya ikan, diharapkan dapat meningkatkan produktivitas hingga 30 persen, menurunkan biaya operasional, serta memperluas akses pasar bagi petani kecil.
Inisiatif ini sejalan dengan program pemerintah untuk memajukan pertanian berkelanjutan dan memperkuat ketahanan pangan nasional melalui inovasi teknologi.




