Dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Soroti Pentingnya Empati dalam Komunikasi Pemerintah tentang Pelemahan Rupiah
Dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Soroti Pentingnya Empati dalam Komunikasi Pemerintah tentang Pelemahan Rupiah

Dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Soroti Pentingnya Empati dalam Komunikasi Pemerintah tentang Pelemahan Rupiah

Frankenstein45.Com – 17 Juni 2026 | Pelemahan nilai tukar Rupiah dalam beberapa bulan terakhir menimbulkan kepanikan di kalangan masyarakat serta pelaku usaha. Pemerintah berupaya menenangkan pasar melalui pernyataan resmi, namun dosen Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menilai bahwa strategi komunikasi yang diambil masih kurang memperhatikan unsur empati.

Profesor Sukiman menguraikan tiga poin utama yang harus diintegrasikan dalam setiap penyampaian informasi terkait nilai tukar:

  • Transparansi data: Menyajikan data historis dan proyeksi secara jelas sehingga publik dapat menilai tren dengan objektif.
  • Empati terhadap dampak nyata: Mengaitkan fluktuasi nilai tukar dengan konsekuensi pada harga kebutuhan pokok, biaya pendidikan, dan upah pekerja.
  • Solusi konkret: Menyertakan langkah-langkah kebijakan yang sedang atau akan diambil untuk menstabilkan rupiah, termasuk dukungan bank sentral dan kebijakan fiskal.

Selain itu, dosen tersebut menekankan perlunya kolaborasi antara lembaga pemerintah, media, dan akademisi untuk menyebarkan pesan yang konsisten dan manusiawi. “Media harus menjadi jembatan, bukan sekadar penyampai data statistik,” tambahnya.

Jika pemerintah dapat menggabungkan aspek teknis dengan sentimen empatik, diharapkan kepercayaan publik terhadap kebijakan moneter akan meningkat, sehingga tekanan pada nilai tukar dapat berkurang secara gradual.