Frankenstein45.Com – 07 April 2026 | Anggota Komisi VII DPR RI, Hendry Munief, menegaskan pentingnya mempercepat pembangunan jalur penyeberangan roll‑on/roll‑off (Ro‑Ro) antara Pelabuhan Dumai, Riau, dengan Pelabuhan Melaka, Malaysia. Menurutnya, proyek ini dapat menjadi katalis utama dalam menarik wisatawan dari negara‑negara ASEAN serta memperkuat konektivitas ekonomi di kawasan.
Jalur Ro‑Ro Dumai‑Melaka direncanakan memiliki kapasitas sekitar 1.200 kendaraan dan 2.500 penumpang per hari, dengan estimasi waktu tempuh kurang dari dua jam. Jika operasional, diperkirakan akan menambah pendapatan sektor pariwisata regional sebesar 15% dalam tiga tahun pertama.
Beberapa poin utama yang disorot Hendry Munief antara lain:
- Prioritas pemerintah: Mempercepat proses perizinan dan penyelesaian infrastruktur pendukung di kedua pelabuhan.
- Pendanaan: Mengoptimalkan alokasi anggaran dari APBN serta menarik investasi swasta melalui skema BOT.
- Manfaat bagi masyarakat: Penciptaan lapangan kerja langsung sekitar 800 orang dan pekerjaan tidak langsung hingga 3.000 orang.
- Sinergi ASEAN: Memperkuat jaringan transportasi laut yang menjadi bagian dari Rencana Aksi ASEAN Connectivity 2025.
Hendry Munief juga mengingatkan bahwa keterlambatan penyelesaian dapat mengurangi daya saing Indonesia dibandingkan negara tetangga yang telah mengoperasikan layanan serupa, seperti layanan Ro‑Ro antara Singapura dan Batam.
Untuk mempercepat realisasi, DPR mendesak kementerian terkait agar menyelesaikan studi kelayakan, menyelaraskan regulasi lintas batas, serta mempercepat proses tender kontraktor. Diharapkan operasional awal dapat dimulai pada kuartal ketiga 2025, dengan layanan penuh pada akhir 2026.
Jika berhasil, jalur Ro‑Ro Dumai‑Melaka tidak hanya akan mempermudah mobilitas wisatawan, tetapi juga membuka peluang perdagangan barang ringan, meningkatkan kunjungan wisatawan asal Malaysia, Brunei, Singapura, Thailand, dan Filipina ke destinasi wisata di Sumatera Barat dan Riau.




