Frankenstein45.Com – 20 Juni 2026 | Dalam rangka kunjungan Gibran Rakabuming Raka ke sejumlah perguruan tinggi di wilayah Indonesia Timur, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menegaskan pentingnya mahasiswa menyampaikan kritik secara konstruktif sekaligus menjaga kesopanan.
Ketua Fraksi Pembangunan Nasional (NasDem) di DPR, Rachmat Gobel, menegaskan bahwa kebebasan akademik tidak lepas dari tanggung jawab moral. Ia menambahkan, mahasiswa harus menjadi agen perubahan yang membangun, bukan sekadar menuntut tanpa dasar.
- Kritik harus didasarkan pada fakta yang akurat dan disampaikan dengan bahasa yang santun.
- Mahasiswa diharapkan mengedepankan dialog terbuka untuk memperkuat kebijakan pemerintah, terutama di daerah yang masih berkembang.
- Penggunaan bahasa yang menghormati pihak lain dapat meningkatkan efektivitas advokasi mahasiswa.
Gibran, yang juga menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah, mengundang mahasiswa untuk berdiskusi langsung mengenai tantangan pembangunan di wilayah timur Indonesia. Ia menekankan bahwa masukan dari generasi muda sangat diperlukan dalam proses perencanaan kebijakan.
Berbagai organisasi mahasiswa menanggapi pernyataan DPR dengan beragam sudut pandang. Sebagian mengapresiasi dorongan untuk tetap kritis namun santun, sementara yang lain menekankan pentingnya kebebasan menyuarakan pendapat tanpa rasa takut akan pembalasan.
DPR menutup pernyataannya dengan mengajak semua pihak, termasuk pemerintah daerah dan lembaga pendidikan, untuk menciptakan iklim dialog yang sehat, sehingga kritik yang disampaikan dapat menjadi bahan perbaikan yang nyata.




