DPR Kaget, Hery Susanto yang Baru Dilantik Jadi Ketua Ombudsman RI Segera Jadi Tersangka Kejagung
DPR Kaget, Hery Susanto yang Baru Dilantik Jadi Ketua Ombudsman RI Segera Jadi Tersangka Kejagung

DPR Kaget, Hery Susanto yang Baru Dilantik Jadi Ketua Ombudsman RI Segera Jadi Tersangka Kejagung

Frankenstein45.Com – 17 April 2026 | Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyatakan keterkejutan setelah Ketua Ombudsman Republik Indonesia, Hery Susanto, yang baru saja dilantik pada hari ke-6 masa jabatannya, dinyatakan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung (Kejagung). Penangkapan ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai proses hukum yang sedang berlangsung serta dampaknya terhadap kinerja lembaga Ombudsman.

Berita ini pertama kali muncul setelah Kejagung mengumumkan bahwa Hery Susanto terlibat dalam dugaan tindak pidana korupsi yang terkait dengan proyek pemerintah. Meskipun detail kasus masih dirahasiakan, publikasi tersebut memicu reaksi keras dari sejumlah anggota DPR yang menuntut kejelasan prosedur penetapan tersangka terhadap pejabat publik setinggi itu.

Berikut rangkaian peristiwa yang terjadi dalam seminggu terakhir:

  • Hari 1: Hery Susanto resmi dilantik sebagai Ketua Ombudsman RI dalam sebuah upacara di Istana Negara.
  • Hari 3: Media mengungkap adanya penyelidikan internal terkait dugaan penyalahgunaan wewenang oleh Hery Susanto.
  • Hari 5: Kejagung mengeluarkan surat pernyataan bahwa Hery Susanto masuk dalam daftar tersangka dalam kasus korupsi proyek infrastruktur.
  • Hari 6: DPR mengadakan rapat mendadak untuk membahas implikasi hukum dan politik dari penetapan tersangka tersebut.

Anggota DPR menyoroti pentingnya menjaga independensi Ombudsman sebagai lembaga pengawas. Mereka menilai bahwa penetapan tersangka terhadap pimpinan Ombudsman dapat menurunkan kepercayaan publik terhadap institusi tersebut, sekaligus mengganggu proses pengawasan yang sedang berjalan.

Sementara itu, tim hukum Hery Susanto menyatakan bahwa kliennya akan menuntut proses hukum yang adil dan transparan. Mereka menegaskan bahwa hingga kini belum ada bukti kuat yang dapat mengaitkan Hery Susanto secara langsung dengan tindakan korupsi yang dituduhkan.

Kasus ini juga menimbulkan perdebatan mengenai mekanisme pengawasan internal di lembaga-lembaga tinggi negara. Beberapa pihak mengusulkan revisi peraturan yang mengatur proses penetapan tersangka bagi pejabat publik, agar dapat menghindari potensi penyalahgunaan wewenang.

Ke depannya, DPR berjanji akan terus memantau perkembangan kasus ini dan menuntut akuntabilitas penuh dari semua pihak yang terlibat, demi menjaga integritas lembaga negara dan menegakkan supremasi hukum.