Frankenstein45.Com – 03 Mei 2026 | Anggota DPR RI Rahmawati menegaskan komitmen untuk mengawasi secara ketat rencana pembangunan jalur kereta api di Provinsi Kalimantan Utara. Ia menyambut baik partisipasi PT Indonesia Transit Synergy (Intra) sebagai investor pertama dan berupaya menggaet lebih banyak investor demi percepatan pembangunan infrastruktur transportasi wilayah tersebut.
Pembangunan kereta api Kaltara diharapkan menjadi tulang punggung konektivitas antar‑kota, mengurangi ketergantungan pada transportasi darat yang sering terhambat oleh kondisi geografis. Beberapa manfaat utama yang diidentifikasi antara lain:
- Meningkatkan mobilitas penduduk dan barang antar‑pulau.
- Mendorong pertumbuhan ekonomi regional melalui penciptaan lapangan kerja.
- Menarik investasi sektor logistik, pariwisata, dan industri manufaktur.
- Mempercepat integrasi wilayah dengan jaringan kereta nasional.
Dalam upaya memperkuat dukungan investasi, Rahmawati menyampaikan rencana pelibatan pihak‑pihak terkait, termasuk pemerintah daerah, BUMN, serta lembaga keuangan. Langkah‑langkah konkret yang akan ditempuh meliputi:
- Penyusunan regulasi yang mempermudah perizinan dan pengadaan lahan.
- Penyediaan insentif fiskal bagi perusahaan yang berinvestasi dalam proyek.
- Monitoring rutin terhadap progres konstruksi dan kepatuhan standar teknis.
- Fasilitasi dialog antara investor dan komunitas lokal untuk mengantisipasi dampak sosial.
PT Indonesia Transit Synergy (Intra) telah menandatangani nota kesepahaman dengan pemerintah provinsi, menyatakan kesiapan menanamkan modal awal sebesar Rp 1,5 triliun untuk fase pertama pembangunan, yang mencakup pembangunan stasiun utama di Tanjung Selor dan jalur lintas‑sungai. DPR bertekad memastikan penggunaan dana yang transparan dan hasil yang sesuai dengan rencana.
Dengan pengawasan ketat DPR, diharapkan proyek kereta api Kaltara tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga menjadi model bagi proyek infrastruktur serupa di wilayah lain. Keberhasilan ini diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi investasi yang stabil dan berkelanjutan.




