Frankenstein45.Com – 21 Mei 2026 | Anggota Komisi VII DPR RI mewakili Fraksi Gerindra, Rahmawati, mengajukan usulan alokasi anggaran dalam APBN 2027 untuk mendirikan seribu layar bioskop di desa-desa seluruh Indonesia. Usulan ini bertujuan memperluas akses budaya dan hiburan digital bagi masyarakat di wilayah terpencil, sekaligus mengurangi kesenjangan teknologi antara kota dan desa.
Rencana pembangunan bioskop desa mencakup penyediaan ruang penayangan berstandar digital, peralatan proyeksi, sistem suara, serta pelatihan operator lokal. Pemerintah daerah diharapkan berperan dalam penyediaan lahan dan pengelolaan operasional harian, sementara dana pusat akan menutup biaya modal dan pelatihan.
- Meningkatkan literasi budaya dan pengetahuan melalui film edukatif.
- Mendorong pertumbuhan ekonomi lokal lewat penciptaan lapangan kerja baru.
- Menstimulasi industri film nasional dengan memperluas jaringan penayangan.
- Menutup kesenjangan digital di wilayah pedesaan.
Jika disetujui, implementasi diperkirakan dimulai pada awal tahun 2028, dengan target penyelesaian semua bioskop desa pada akhir 2030. Pemerintah menilai bahwa investasi ini sejalan dengan program “Indonesia Kreatif” dan dapat diintegrasikan dengan inisiatif jaringan internet desa.
Beberapa fraksi lain di DPR menyambut baik usulan ini, meskipun menekankan perlunya evaluasi detail mengenai sumber pembiayaan, mekanisme pengadaan, serta monitoring keberlanjutan operasional. Diskusi lanjutan dijadwalkan pada rapat komisi terkait bulan depan.
Pengesahan alokasi dana dalam APBN 2027 akan menjadi langkah strategis untuk memperkuat pemerataan fasilitas budaya dan teknologi, serta memberi peluang baru bagi generasi muda di daerah terpencil.




