Frankenstein45.Com – 12 April 2026 | Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat baru-baru ini memberikan tekanan kepada Dinas Kesehatan Provinsi untuk memperkuat upaya penanggulangan penyakit campak. Hal ini dilatarbelakangi oleh peningkatan kasus yang mengancam penyebaran lebih luas di wilayah tersebut.
Beberapa poin utama yang disampaikan oleh DPRD meliputi perlunya peningkatan koordinasi antar‑instansi, percepatan program imunisasi, serta penyediaan fasilitas medis yang memadai untuk penanganan cepat kasus yang terkonfirmasi.
- Peningkatan Koordinasi: Membentuk tim lintas sektoral yang melibatkan Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, dan aparat kepolisian untuk mengawasi penyebaran dan melakukan tindakan preventif.
- Imunisasi Massal: Memperluas jangkauan program vaksinasi MMR (Measles‑Mumps‑Rubella) terutama di daerah dengan tingkat cakupan imunisasi rendah, serta melakukan kampanye edukasi bagi orang tua.
- Fasilitas Medis: Menambah jumlah isolasi di puskesmas dan rumah sakit, serta memastikan ketersediaan obat antiviral dan vitamin A untuk mengurangi komplikasi.
- Pengawasan dan Pelaporan: Mengimplementasikan sistem pelaporan real‑time berbasis digital untuk memantau kasus baru secara cepat.
Selain itu, DPRD menekankan pentingnya alokasi anggaran yang cukup untuk mendukung semua langkah tersebut, termasuk pendanaan untuk sosialisasi dan pelatihan tenaga kesehatan di lapangan.
Jika langkah‑langkah ini dijalankan secara terintegrasi, diharapkan penyebaran campak dapat ditekan secara signifikan, melindungi anak‑anak dan masyarakat luas dari risiko kesehatan yang serius.




