Dradjad Wibowo Kecam Pernyataan Syaiful Mujani sebagai "Bermain Api" yang Berbahaya
Dradjad Wibowo Kecam Pernyataan Syaiful Mujani sebagai "Bermain Api" yang Berbahaya

Dradjad Wibowo Kecam Pernyataan Syaiful Mujani sebagai “Bermain Api” yang Berbahaya

Frankenstein45.Com – 11 April 2026 | JAKARTA – Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Dradjad Wibowo menilai bahwa pernyataan terbaru Syaiful Mujani mengenai upaya menggulingkan Presiden Prabowo Subianto bukan lagi sekadar kritik konstruktif, melainkan tindakan yang mengundang risiko politik yang serius.

Dalam konferensi pers yang digelar di kantor partainya, Dradjad menekankan bahwa rekam jejak Syaiful Mujani selama ini menunjukkan pola perilaku yang cenderung provokatif. Menurutnya, mengangkat isu penggulingan secara terbuka dapat memicu ketegangan di kalangan elit politik dan menurunkan kepercayaan publik terhadap proses demokrasi.

Berikut beberapa poin utama yang disampaikan Dradjad:

  • Kurangnya landasan faktual: Dradjad menilai bahwa pernyataan Mujani tidak didukung oleh bukti konkret, sehingga terkesan lebih bersifat spekulatif.
  • Potensi memecah belah: Menyebarkan narasi penggulingan dapat memicu polarisasi di antara partai-partai koalisi, khususnya menjelang pemilihan umum berikutnya.
  • Ancaman bagi stabilitas nasional: Dalam konteks geopolitik yang sedang bergejolak, setiap provokasi politik dapat dimanfaatkan oleh pihak luar untuk melemahkan kedaulatan Indonesia.

Dradjad menambahkan bahwa kritik yang sehat dan berbasis data tetap penting dalam demokrasi, namun harus disampaikan dengan cara yang bertanggung jawab. Ia mengajak semua pihak, termasuk Syaiful Mujani, untuk kembali pada dialog yang konstruktif dan menghindari retorika yang dapat menimbulkan kebakaran politik.

Selain itu, Dradjad juga menyampaikan bahwa partainya siap mengawal proses politik dengan menegakkan prinsip keadilan, transparansi, dan akuntabilitas. Ia menutup pernyataannya dengan harapan agar semua elemen politik dapat berperan sebagai penjaga stabilitas, bukan sebagai pemicu konflik.