Frankenstein45.Com – 10 April 2026 | Pasangan ganda putra Indonesia, Sabar Karyaman Gutama dan Moh Reza Pahlevi Isfahani, harus mengakhiri perjalanan mereka di Badminton Asia Championships (BAC) 2026 pada babak 16 besar setelah tersingkir dari pasangan kembar Taiwan, Fang‑Chih Lee dan Fang‑Jen Lee. Pertandingan yang digelar di Ningbo Olympic Sports Center, China, pada Kamis, 9 April 2026, berakhir dengan skor 14‑21, 21‑18, 15‑21, menutup harapan tim Merah Putih untuk menambah perolehan medali di ajang tersebut.
Awal Pertandingan yang Ketat
Ganda Indonesia memulai pertandingan dengan strategi agresif. Pada gim pertama, Sabar dan Reza berhasil menekan lawan melalui serangan cepat dan variasi pukulan, mencetak 11‑8 sebelum interval. Namun, pasangan Lee/Lee berhasil membalikkan situasi dan menutup gim pertama dengan keunggulan 21‑14. Pada gim kedua, Sabar/Reza menyesuaikan taktik, lebih mengandalkan permainan satu‑satu dan pukulan silang. Usaha tersebut membuahkan hasil, mereka unggul 11‑9 pada jeda pertama dan akhirnya mengamankan kemenangan 21‑18.
Gim Penentu yang Membuat Mereka Gagal
Gim ketiga menjadi titik lemah. Reza mengakui bahwa ia terlalu terburu‑buru dan kehilangan ritme, sementara Sabar mencatat bahwa serangan lawan sulit diprediksi karena kombinasi serangan bawah dan pertahanan kuat. Lee/Lee memanfaatkan tekanan tersebut dan menutup pertandingan dengan 15‑21, mengakhiri laga dalam 67 menit.
Evaluasi Pasca Kalah
Sabar menyatakan rasa syukur atas kesempatan bertanding meski hasilnya belum memuaskan. “Alhamdulillah bisa menyelesaikan pertandingan dengan baik, walaupun belum menang,” ujarnya dalam keterangan PBSI. Ia menambahkan bahwa lawan Taiwan memiliki skema serangan yang sulit diantisipasi dan pertahanan yang tangguh.
Reza menyoroti perlunya peningkatan daya tahan fisik dan fokus pada poin‑poin kritis. “Kami harus meningkatkan stamina dan konsentrasi di akhir gim, karena banyak kali kami lengah,” kata Reza.
Dampak pada Harapan Medali Indonesia
Kekalahan ini menghilangkan peluang Indonesia untuk meraih medali pertama di BAC 2026. Jika Sabar/Reza berhasil menang, mereka berpeluang bertemu dengan pasangan Indonesia lain, Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri, yang telah melaju ke perempat final. Kemenangan tersebut berpotensi mengantarkan dua medali sekaligus bagi tim nasional.
Fajar/Fikri sendiri mengalahkan duo tuan rumah China, Chen Bo Yang/Liu Yi, dengan skor 21‑17, 25‑23, dan melaju ke perempat final. Pertemuan potensial antara kedua pasangan Indonesia kini tak lagi akan terwujud.
Rekam Jejak dan Statistik Pertemuan Kedua Pasangan
- Sabar/Reza sebelumnya pernah menumbangkan Lee/Lee di perempat final Australia Open 2025.
- Dalam empat pertemuan terakhir antara kedua pasangan, masing‑masing meraih dua kemenangan.
- Ranking dunia Sabar/Reza berada di posisi kesembilan pada saat turnamen.
Dengan hasil ini, pasangan Indonesia kembali harus melakukan evaluasi mendalam, terutama dalam mengelola stamina pada pertandingan tiga gim yang menuntut konsistensi tinggi.
Secara keseluruhan, pertandingan menegaskan bahwa tingkat persaingan di kancah Asia semakin ketat. Taiwan menunjukkan kedalaman skuadnya, sementara Indonesia masih mencari formula optimal untuk kembali menguasai podium.
Ke depan, Sabar Karyaman Gutama dan Moh Reza Pahlevi Isfahani berjanji akan meningkatkan kebugaran, memperbaiki taktik, dan menambah pengalaman di turnamen internasional guna menutup kesenjangan dengan lawan-lawan kuat seperti Lee/Lee. Harapan tetap ada bagi Indonesia untuk kembali mencetak prestasi di ajang badminton bergengsi berikutnya.




