Frankenstein45.Com – 26 April 2026 | Manchester City menegaskan kembali ambisinya untuk meraih domestic treble setelah mengalahkan Southampton dengan skor 2-1 dalam semifinal FA Cup di Wembley Stadium, Sabtu 25 April 2026. Pertandingan yang berlangsung di hadapan lebih dari 70.000 penonton itu berawal dengan kebuntuan pada babak pertama, namun berubah menjadi drama menegangkan pada menit-menit akhir babak kedua.
Kejutan pertama datang pada menit ke-79 ketika Finn Azaz mencetak gol pembuka untuk Southampton. Gol melengkung yang dihasilkan Azaz menimbulkan kegembiraan di antara pendukung Saints, memperlihatkan bahwa tim tamu mampu menguasai bola hingga 59% selama periode awal kedua babak.
Tak lama setelah itu, City merespon dengan cepat. Pada menit ke-82, Jeremy Doku menyamakan kedudukan berkat aksi individu yang memanfaatkan ruang di sisi kanan pertahanan Southampton. Doku, yang digantikan oleh Phil Foden pada menit ke-58, menampilkan kecepatan dan kelincahan yang menimbulkan tekanan berat pada lini belakang Saints.
Detik-detik menjelang akhir pertandingan menjadi momen penentu. Pada menit ke-87, Nico Gonzalez meluncurkan tembakan jarak jauh yang melesat ke sudut atas gawang, mengamankan kemenangan 2-1 untuk City. Gol spektakuler ini tidak hanya menambah skor, tetapi juga menghilangkan keraguan tentang kemampuan City untuk bangkit dari ketinggalan.
Statistik Kunci dan Penampilan Pemain
- Penguasaan bola: Southampton 59% vs City 41% pada babak kedua.
- Tembakan ke gawang: City 6, Southampton 4.
- Assist: Tijjani Reijnders (City) dan K. Matsuki (Southampton).
- Pemain terbaik: Jeremy Doku (8/10) dan Nico Gonzalez (7/10) menurut penilaian media.
Pep Guardiola, pelatih City, melakukan beberapa perubahan taktis pada babak kedua, menurunkan Mateo Kovacic dan menambahkan Jeremy Doku serta Savinho. Pergantian tersebut terbukti efektif, memberikan dinamika baru pada serangan City dan membuka ruang bagi Gonzalez untuk mencetak gol penentu.
Di sisi lain, Southampton tetap menunjukkan semangat juang tinggi meski kalah. Pelatih Tonda Eckert menekankan bahwa dua gol dari luar kotak penalti menunjukkan kualitas timnya, sekaligus menyoroti kebutuhan untuk meningkatkan ketangguhan di dalam kotak.
Implikasi Menuju Final
Kemenangan ini mengantar Manchester City ke final FA Cup yang akan digelar pada 16 Mei 2026 di Wembley, melanjutkan tradisi klub untuk tampil di empat final beruntun. Di final, City akan berhadapan dengan pemenang antara Chelsea dan Leeds United, yang masing‑masing memiliki perjalanan berbeda menuju semifinal. Chelsea menghadapi minggu yang tidak stabil, sementara Leeds United berada dalam fase naik dengan peluang besar untuk mengamankan tempat di final.
Jika City berhasil mengangkat trofi, mereka akan menambah koleksi trofi musim ini dan memperkuat peluang untuk menyelesaikan treble domestik bersama Premier League dan Community Shield. Keberhasilan ini juga akan menegaskan dominasi Guardiola di kancah Inggris, meski beberapa kritikus masih mempertanyakan konsistensi performa tim di beberapa laga penting.
Reaksi Pendukung dan Media
Para pendukung City yang hadir di Wembley mengisi stadion dengan sorakan berderet, menandakan dukungan kuat bagi tim. Sementara itu, media lokal seperti Kompas.com menyoroti fakta bahwa City berhasil mengendalikan tempo permainan meski berada di bawah tekanan, serta menekankan pentingnya peran pemain muda seperti Doku dan Gonzalez dalam menambah dimensi ofensif.
BBC Sport menambahkan bahwa kemenangan ini menegaskan kembali kemampuan City untuk bangkit dari ketertinggalan, sebuah kualitas yang menjadi ciri khas tim Guardiola selama beberapa musim terakhir.
Dengan kemenangan dramatis ini, Manchester City kini menatap final dengan keyakinan tinggi. Tantangan berikutnya akan menguji strategi dan kedalaman skuad, terutama dalam menyeimbangkan kompetisi liga dan kompetisi piala. Bagi para pendukung, harapan akan tiga trofi tetap menyala, menjadikan sisa musim ini penuh antisipasi.




