Frankenstein45.Com – 18 Mei 2026 | Derby della Capitale pada pekan ini menyuguhkan aksi menegangkan di Stadio Olimpico, dimana AS Roma menaklukkan SS Lazio dengan skor 2-0. Kemenangan tersebut tidak hanya menambah tiga angka penting bagi sang tuan rumah, tetapi juga menyoroti peran penting Neil El Aynaoui dalam skema taktik Gianluca Mancini yang menampilkan formasi 3-4-2-1.
Formasi dan Pilihan Pemain
Roma memulai laga dengan susunan lini depan yang dipimpin oleh Donyell Malen, Paulo Dybala, dan Niccolò Pisilli. Di lini tengah, Neil El Aynaoui ditempatkan di posisi yang lebih dalam, berkolaborasi dengan Bryan Cristante untuk mengendalikan tempo permainan. Sayap sayap diisi oleh Zeki Çelik dan Wesley, sementara tiga bek tengah terdiri dari Gianluca Mancini, Evan Ndicka, dan Mario Hermoso.
Lazio, di sisi lain, terpaksa menurunkan kiper ketiga Alessio Furlanetto setelah cedera Ivan Provedel dan Edoardo Motta. Barisan belakang dipimpin oleh Oliver Provstgaard, Mario Gila, Adam Marušić, dan Nuno Tavares. Di lini tengah, Nicolo Rovella berperan sebagai deep‑lying playmaker, didukung oleh Toma Basic dan Kenneth Taylor. Serangan Lazio diatur oleh trio Matteo Cancellieri, Boulaye Dia, dan Tijjani Noslin.
Jalannya Pertandingan
Roma menguasai penguasaan bola sejak menit awal. Serangan pertama hampir berujung pada gol bunuh diri ketika Nuno Tavares mengirimkan bola ke arah gawangnya sendiri, namun Furlanetto berhasil menepisnya dengan refleks cepat. Wesley kemudian mencoba tembakan jarak jauh yang memantul, namun bola terlalu sentral untuk mengancam gawang.
Di pertengahan babak pertama, Roma semakin menekan. Cancellieri melakukan beberapa tembakan, sementara Boulaye Dia hampir mencetak lewat tendangan sudut yang memantul di tiang gawang. Namun, gol pertama baru terjadi pada menit ke‑42. Pisilli mengirimkan umpan silang sempurna ke dalam kotak penalti, dan Gianluca Mancini melakukan lari tepat waktu, menanduk bola ke arah gawang dan mengarahkan kepala ke sudut atas gawang Furlanetto.
Gol kedua datang tak lama setelah jeda babak pertama. Pada serangan kedua Roma, Mancini kembali menjadi penentu. Kali ini, ia memanfaatkan tendangan sudut yang diambil Dybala, menanduk bola kembali ke dalam kotak penalti. Dybala, yang berada di posisi tepat, melancarkan sundulan keras yang melambung melewati tangan Furlanetto, memastikan Roma memperlebar keunggulan menjadi 2-0.
Peran Neil El Aynaoui
Walaupun tidak tercatat mencetak gol, Neil El Aynaoui menjadi penggerak utama transisi Roma. Ia sering beradu posisi dengan Cristante, membantu menghubungkan lini pertahanan dan serangan. El Aynaoui juga terlibat dalam beberapa peluang mencetak, termasuk tendangan jarak jauh yang hampir menguji kemampuan Furlanetto pada menit ke‑68. Namun, tembakan tersebut meleset ke sisi gawang.
Keberadaan El Aynaoui di posisi lebih dalam memberi kebebasan bagi Malen dan Dybala untuk beraksi lebih maju, memperkaya variasi serangan Roma. Keterlibatan pemain Maroko ini mencerminkan kepercayaan pelatih Gianluca Mancini untuk memanfaatkan fleksibilitas taktik dalam menghadapi tekanan Lazio yang terkesan defensif.
Insiden dan Kontroversi
Pertandingan tidak lepas dari drama di luar lapangan. Setelah gol kedua, terjadi keributan ketika Gianluca Mancini menanggapi pelanggaran Daniel Maldini dengan kemarahan yang berujung pada kartu merah bagi Nicolo Rovella dan Wesley. Insiden ini menambah ketegangan di antara kedua kubu, namun tidak mengubah hasil akhir pertandingan.
Implikasi Klasemen
Kemenangan ini mengangkat Roma ke posisi keempat bersama AC Milan menjelang putaran akhir Serie A. Sementara itu, Lazio kembali menelan kekalahan beruntun, memperlemah peluang mereka untuk lolos ke kompetisi Eropa. Cedera yang menimpa beberapa pemain kunci Lazio, termasuk Mattia Zaccagni dan Edoardo Motta, semakin memperburuk situasi mereka.
Secara keseluruhan, pertandingan ini menegaskan dominasi Roma di Derby della Capitale kali ini. Neil El Aynaoui, meski tidak menambah angka di papan skor, menunjukkan kualitas teknis dan kecerdasan taktis yang dapat menjadi aset penting bagi Roma dalam menghadapi sisa musim.
Dengan hasil 2-0 ini, Roma kini menatap sisa kompetisi dengan keyakinan lebih besar, sementara Lazio harus segera mencari solusi atas permasalahan cedera dan konsistensi performa untuk menghindari krisis lebih lanjut.




