Drama di Catalunya: Veda Ega Pratama Gagal ke Q2, Namun Tunjukkan Potensi Besar di Moto3 2026
Drama di Catalunya: Veda Ega Pratama Gagal ke Q2, Namun Tunjukkan Potensi Besar di Moto3 2026

Drama di Catalunya: Veda Ega Pratama Gagal ke Q2, Namun Tunjukkan Potensi Besar di Moto3 2026

Frankenstein45.Com – 16 Mei 2026 | Pembalap muda Indonesia Veda Ega Pratama kembali menjadi sorotan pada akhir pekan Moto3 Catalunya 2026. Meski gagal menembus sesi kualifikasi kedua (Q2) dan harus memulai balapan dari posisi 21, rider Honda Team Asia menunjukkan progres signifikan dan mendapatkan pujian dari pembalap kelas utama MotoGP.

Awal yang Menantang: FP1 dan Practice

Pada hari Jumat, 15 Mei 2026, sesi latihan bebas pertama (FP1) berlangsung di Sirkuit Catalunya, Barcelona. Kondisi lintasan yang dingin serta daya cengkeram ban yang terbatas membuat Veda kesulitan menemukan rasa percaya diri. Ia menutup FP1 di posisi 23, jauh di belakang kompetitor. Veda menjelaskan, “Hari ini agak sulit karena suhu rendah dan grip ban kurang di lintasan.”

Setelah melakukan penyesuaian bersama tim, Veda meningkatkan performanya pada sesi Practice. Ia berhasil naik ke posisi 19, namun tetap berada di luar ambang 14 teratas yang diperlukan untuk lolos ke Q2. Pada akhir sesi Practice, Veda mengakui bahwa kepadatan lalu lintas di trek menghambat upayanya untuk mencatat waktu bersih.

Perbaikan di FP2 dan Tekanan di Q1

Di sesi latihan bebas kedua (FP2), Veda menampilkan perbaikan yang cukup mencolok. Waktu terbaiknya tercatat 1 menit 48,152 detik, hanya selisih tipis dibandingkan catatan tercepat di sesi tersebut. Ia sempat berada di posisi 11 sebelum menutup sesi di peringkat 13, menandakan kemampuan adaptasi yang cepat pada kondisi berubah.

Sesi kualifikasi pertama (Q1) menjadi titik krusial. Veda menempati urutan ketujuh dari 12 pembalap yang berkompetisi, dengan catatan waktu 1 menit 47,636 detik, selisih 0,351 detik dari pembalap tercepat Guido Pini. Meskipun sempat berada di posisi dua pada run pertama, kepadatan traffic pada run kedua membuatnya terpaksa turun ke posisi tujuh, di luar batas empat teratas yang diperlukan untuk melaju ke Q2.

Penyebab Gagal Lolos ke Q2

  • Suhu lintasan yang rendah pada pagi hari mengurangi grip ban.
  • Traffic yang padat pada fase akhir sesi menghalangi pencatatan lap bersih.
  • Strategi tim yang masih mencari keseimbangan antara tekanan ban dan pengaturan suspensi.

Veda mengakui tantangan ini dalam konferensi pers, menyatakan, “Saya mengalami banyak traffic pada time attack terakhir dan tidak dapat menyelesaikan lap yang bersih, sehingga posisi akhir tidak sesuai harapan.” Namun ia tetap optimis, menegaskan bahwa potensi ada dan tim telah mengidentifikasi area perbaikan untuk balapan berikutnya.

Pujian dari Pembalap MotoGP

Terlepas dari hasil kualifikasi, Veda berhasil menarik perhatian dua bintang MotoGP, Joan Mir dan Luca Marini. Kedua pembalap tersebut memuji bakat Veda, menyoroti pengalaman kompetitifnya di Red Bull Rookies Cup sebagai dasar kuat untuk berkembang di kelas Moto3. “Veda memiliki bakat besar dan mentalitas yang tepat untuk bersaing di level tertinggi,” kata Mir dalam sebuah pernyataan resmi tim.

Implikasi untuk Balapan Utama

Dengan posisi start 21, Veda akan menghadapi tantangan berat pada balapan utama hari Minggu, 17 Mei 2026. Namun, statistik menunjukkan bahwa rookie Indonesia sebelumnya berhasil mengumpulkan poin pada posisi start di belakang grid. Analisis tim mengindikasikan bahwa Veda perlu menembus zona poin (posisi 15 ke atas) untuk mencatatkan satu poin pertama di kejuaraan.

Strategi yang diperkirakan akan diterapkan mencakup pemanfaatan slipstream pada lurusan utama, menghindari kerumunan di tikungan pertama, dan mengeksekusi overtaking pada sektor dua yang relatif luas. Tim Honda Team Asia juga menyiapkan ban dengan compound khusus untuk menjaga grip pada suhu menengah yang diprediksi pada siang hari.

Kesimpulan

Walaupun Veda Ega Pratama harus menelan kekecewaan gagal menembus Q2 dan harus memulai balapan dari posisi 21, performanya di FP2 serta pujian dari pembalap MotoGP menegaskan adanya potensi besar yang belum sepenuhnya tergali. Dengan perbaikan teknis dan pengalaman yang terus bertambah, Veda berada di jalur yang tepat untuk menjadi pembalap Indonesia pertama yang konsisten menembus poin di kelas Moto3 dunia.