Frankenstein45.Com – 02 Mei 2026 | Portland, Oregon – Menjelang pertandingan penting melawan Phoenix Suns dalam babak Play‑In Tournament, Portland Trail Blazers tengah bergulat dengan serangkaian masalah internal yang berpotensi memengaruhi performa tim di lapangan. Dari keputusan kontroversial mengenai pemain kontrak dua arah hingga kebijakan pemotongan biaya yang diterapkan pemilik baru, Tom Dundon, semua menambah tekanan pada manajemen dan pelatih interim, Tiago Splitter.
Kesalahan Komunikasi yang Menyebabkan Pemain Dua Arah Tidak Ditransport
General Manager Joe Cronin mengakui bahwa keputusan untuk tidak mengizinkan pemain dengan kontrak dua arah—Caleb Love, Chris Youngblood, dan Jayson Kent—ikut dalam perjalanan ke San Antonio pada dua pertandingan pertama seri playoff pertama melawan San Antonio Spurs adalah kesalahan yang ia tanggung sendiri. “Itu semua kesalahan saya,” kata Cronin dalam konferensi pers akhir musim. Ia menjelaskan bahwa ada miskomunikasi pada pihaknya mengenai kebijakan pengurangan anggota rombongan perjalanan. Akhirnya, ketiga pemain tersebut dibawa ke San Antonio pada Game 5, namun tim tetap kalah 114‑95.
Pemotongan Anggaran di Era Kepemilikan Tom Dundon
Sejak Tom Dundon resmi mengambil alih kepemilikan Trail Blazers pada akhir Maret, serangkaian langkah penghematan telah mengemuka. Laporan The Athletic menyoroti beberapa contoh, antara lain penolakan pemberian kaos gratis kepada penggemar untuk dua pertandingan playoff di rumah, serta instruksi bagi staf tim untuk check‑out lebih awal dari hotel di Phoenix sebelum kemenangan Play‑In melawan Suns. Meskipun demikian, Dundon membantah rumor bahwa pencarian pelatih baru akan dibatasi pada gaji tahunan antara 1 hingga 1,5 juta dolar, menegaskan bahwa negosiasi gaji akan disesuaikan dengan tingkat risiko dan pengalaman calon pelatih.
Peran Tiago Splitter dan Pencarian Pelatih Permanen
Setelah Chauncey Billups ditangkap dalam penyelidikan perjudian federal, Tiago Splitter diangkat menjadi pelatih interim pada bulan Oktober. Di bawah asuhannya, Blazers mencatat rekor 42‑40 dan berhasil meraih tempat playoff pertama sejak 2021. Meskipun Splitter masih menjadi kandidat utama untuk posisi permanen, manajemen telah memulai pencarian pelatih lebih awal, sebuah praktik yang biasanya tidak disarankan oleh liga. Cronin menegaskan bahwa proses pencarian akan terbuka lebar, dengan pertimbangan gaji yang fleksibel tergantung pada profil pelatih yang dipertimbangkan.
Suns: Ancaman dari Barat yang Tak Boleh Diremehkan
Pertarungan melawan Phoenix Suns di Play‑In Tournament menjadi ujian penting bagi Blazers. Suns, yang dipimpin oleh bintang Devin Booker, menunjukkan performa ofensif yang mematikan. Artikel dari MSN menyoroti bahwa Booker dapat menjadi solusi utama bagi masalah terbesar Blazers—kurangnya tembakan perimeter yang konsisten. Jika Blazers gagal menahan serangan Suns, peluang mereka untuk melaju lebih jauh di playoffs akan semakin tipis.
Strategi dan Tantangan Kedepan
- Pengelolaan roster dua arah: Memastikan pemain dengan kontrak dua arah tetap terlibat dalam kegiatan tim meski tidak dapat bermain di playoff.
- Kebijakan keuangan: Menyeimbangkan kebutuhan pemotongan biaya dengan kebutuhan kompetitif di lapangan.
- Pencarian pelatih: Menentukan apakah Splitter akan diangkat secara permanen atau mencari sosok baru dengan pengalaman lebih.
- Persiapan melawan Suns: Mengoptimalkan pertahanan terhadap tembakan luar dan meningkatkan eksekusi serangan balik.
Dengan tekanan dari pemilik baru, keputusan manajerial yang dipertanyakan, serta lawan kuat di Phoenix, Trail Blazers berada di persimpangan jalan. Bagaimana mereka menavigasi tantangan internal dan eksternal akan menjadi cerita utama dalam perjalanan mereka di playoffs musim ini.
Jika Blazers dapat menyelesaikan masalah internal dan mengeksekusi strategi yang tepat, mereka berpotensi mengejutkan Suns dan melangkah lebih jauh. Namun, kegagalan dalam mengatasi isu‑isu tersebut dapat berujung pada kegagalan di babak awal dan menambah beban pada kepemilikan baru serta harapan para penggemar.




