Drama Kartu Merah & Penaltı! PSMS Medan Gagal Kunci Kemenangan 1-1 Atas Adhyaksa FC
Drama Kartu Merah & Penaltı! PSMS Medan Gagal Kunci Kemenangan 1-1 Atas Adhyaksa FC

Drama Kartu Merah & Penaltı! PSMS Medan Gagal Kunci Kemenangan 1-1 Atas Adhyaksa FC

Frankenstein45.Com – 26 April 2026 | Sabtu malam, 25 April 2026, Stadion Utama Sumatera Utara menjadi saksi duel sengit antara tuan rumah PSMS Medan dan tamu Adhyaksa FC Banten dalam lanjutan Grup Barat Pegadaian Championship 2025/2026.

Sorotan Utama Pertandingan

Sejak peluit pertama, kedua tim menampilkan intensitas tinggi. PSMS Medan, yang mengenakan jersey hijau-hijau khas Ayam Kinantan, menekan lini belakang Adhyaksa dan menciptakan beberapa peluang berbahaya. Usaha itu berbuah pada menit ke–44 ketika penyerang muda Arif Setiawan menembus ruang penalti, mengirimkan tembakan terukur yang menembus jala gawang lawan, sehingga PSMS memimpin 1–0 menjelang jeda.

Babak kedua justru menjadi ajang drama “hujan kartu”. Pada menit ke–50, kiper utama PSMS, Reky Rahayu, mendapat kartu merah setelah wasit meninjau insiden melalui Video Assistant Referee (VAR). Pelanggaran keras di dalam kotak penalti membuat Reky diusir, dan PSMS terpaksa menurunkan kiper cadangan yang masih menyesuaikan diri.

Tak lama setelah itu, pada menit ke–66, pemain Adhyaksa FC, Razan Akbar, juga harus meninggalkan lapangan setelah menerima kartu kuning kedua, yang secara otomatis berujung pada kartu merah. Dengan demikian, kedua tim bermain dengan sepuluh pemain masing–masing selama sisa pertandingan.

Ketegangan memuncak pada menit ke–80 ketika wasit menunjuk titik putih setelah pemain PSMS diduga melakukan pelanggaran di dalam area terlarang. Makan Konate, yang masuk sebagai algojo, mengeksekusi tendangan penalti dengan tenang dan menyamakan kedudukan menjadi 1–1. Tambahan waktu yang diberikan mencapai delapan menit, namun tidak ada gol tambahan yang tercipta.

Komentar Pelatih dan Perspektif Kedepan

Usai laga, pelatih PSMS Medan, Eko Purdjianto, mengakui bahwa kartu merah pada kiper menjadi titik balik yang merusak alur permainan. “Kami sudah berjuang maksimal, namun keputusan wasit mengubah dinamika tim. Saya mohon maaf kepada pendukung atas hasil yang belum memuaskan,” ujar Eko di ruang ganti.

Sebelum pertandingan, Eko telah menegaskan kesiapan timnya untuk memberikan penutup manis di kandang. Ia menekankan bahwa tidak ada akumulasi kartu setelah laga melawan Sriwijaya FC, dan meskipun bek tengah Saddam Hi Tenang masih dalam proses pemulihan, kedalaman skuad PSMS menjadi keunggulan dalam menghadapi jadwal padat.

Dengan hasil imbang ini, PSMS Medan tetap berada dalam zona aman klasemen grup, namun masih membutuhkan poin tambahan pada dua laga tersisa, termasuk pertandingan tandang ke Aceh pada pekan berikutnya. Eko menegaskan, “Kami akan memaksimalkan dua pertandingan akhir ini, menjaga fokus, dan memberikan yang terbaik untuk para suporter.”

Statistik Kunci

  • Skor akhir: PSMS Medan 1 – 1 Adhyaksa FC
  • Penyerang gol PSMS: Arif Setiawan (44′)
  • Penyerang gol Adhyaksa: Makan Konate (80′) – tendangan penalti
  • Kartu merah: Reky Rahayu (PSMS, 50′), Razan Akbar (Adhyaksa, 66′)
  • VAR: 2 kali intervensi (red card kiper, penalti)
  • Jumlah total kartu kuning: 7

Secara keseluruhan, laga tersebut memberikan gambaran betapa krusialnya kedisiplinan dan konsentrasi dalam laga penentuan. Kedua tim menunjukkan semangat juang tinggi, namun keputusan wasit dan faktor keberuntungan menjadi penentu utama hasil akhir. PSMS Medan kini harus bangkit kembali, memanfaatkan kedalaman skuad dan mengoptimalkan strategi untuk mengakhiri musim dengan catatan positif.