Drama Laga PSM Makassar: Dari Tantangan PSIM hingga Kemenangan 3-1 atas Persik Kediri
Drama Laga PSM Makassar: Dari Tantangan PSIM hingga Kemenangan 3-1 atas Persik Kediri

Drama Laga PSM Makassar: Dari Tantangan PSIM hingga Kemenangan 3-1 atas Persik Kediri

Frankenstein45.Com – 24 April 2026 | PSM Makassar kembali menjadi sorotan utama Liga 1 2025/2026 setelah serangkaian pertandingan krusial yang menegangkan. Sebelum menjemput Persik Kediri di Stadion Gelora B.J. Habibie, Parepare pada 23 April 2026, Juku Eja harus mengatasi tekanan dari PSIM Yogyakarta dalam pertemuan sebelumnya. Kedua laga tersebut mencerminkan dinamika klasemen, strategi pelatih, serta harapan para pendukung yang menginginkan klub keluar dari zona degradasi.

Persiapan Menghadapi PSIM Yogyakarta

Pertandingan melawan PSIM Yogyakarta menjadi ujian pertama bagi PSM Makassar di pekan ke-29 Super League. Meskipun data teknis pertandingan tidak selengkap laga melawan Persik, pelatih interim Thomas Trucha menegaskan pentingnya menjaga konsistensi pertahanan yang selama ini menjadi titik lemah. Tim harus menutup celah yang sering dimanfaatkan lawan dalam lima laga terakhir, terutama setelah dua pemain bertahan utama, Dusan Lagator dan Syahrul Lasinari, absen karena akumulasi kartu.

Strategi Trucha berfokus pada penekanan lini tengah dengan memanfaatkan kemampuan kreatif Sheriddin Boboev serta penyerang Yuran Fernandes, yang kemudian terbukti krusial pada laga melawan Persik Kediri. Meskipun PSIM tidak berhasil mengganggu stabilitas PSM, tekanan mental tetap tinggi mengingat posisi ke-14 dengan 28 poin pada saat itu.

Konfrontasi di Parepare: PSM Makassar vs Persik Kediri

Pertandingan melawan Persik Kediri di Stadion Gelora B.J. Habibie menjadi momen penentu. Persik yang dipimpin pelatih asal Spanyol, Marcos Reina, datang dengan catatan 33 poin, menempati peringkat ke-12. Reina menegaskan skuad terbaiknya, mengandalkan pemain yang baru saja mengalahkan Persita Tangerang 1-0, dan menekankan motivasi tinggi untuk mencuri poin di kandang lawan.

PSM memulai pertandingan dengan intensitas tinggi. Pada menit ke-37, Yuran Fernandes (yang dalam beberapa sumber disebut Yuran Lopes atau Yuran Fernandes) mengeksekusi tendangan penalti, membuka keunggulan 1-0 bagi Juku Eja. Gol pertama ini mengubah alur permainan, memberi kepercayaan diri pada lini serang.

Tak lama kemudian, pada menit ke-60, Sheriddin Boboev menambah dua angka lewat serangan terorganisir, menjadikan skor 2-0. Persik Kediri mencoba bangkit melalui eksekusi penalti oleh Ernesto Gomez pada menit ke-85, memperkecil selisih menjadi 2-1. Namun, PSM menutup laga dengan gol tambahan dari Luka Cumic pada menit ke-90+7, mengamankan kemenangan 3-1.

Implikasi Klasemen dan Statistik

Kemenangan ini mengangkat PSM Makassar ke peringkat ke-13 dengan 31 poin dari 29 pertandingan, selisih hanya dua angka dari zona degradasi. Sementara Persik Kediri tetap berada di peringkat ke-12 dengan 33 poin, namun kehilangan kesempatan untuk menambah jarak aman dari zona merah.

Tim Peringkat Poin
PSM Makassar 13 31
Persik Kediri 12 33

Statistik individu menunjukkan Yuran Fernandes menjadi pencetak gol utama bagi PSM dengan satu penalti, sementara Boboev mencatatkan gol terbuka. Bagi Persik, Ernesto Gomez menjadi satu-satunya pencetak gol melalui penalti.

Reaksi Pelatih dan Pemain

Thomas Trucha menilai kemenangan ini sebagai titik balik setelah lama tidak menang di kandang. Ia menyoroti kerja keras lini belakang yang berhasil menahan serangan balik Persik pada babak pertama, serta kebugaran pemain yang tetap optimal meski jadwal padat.

Marcos Reina mengakui bahwa meskipun timnya kalah, semangat juang tetap tinggi. Ia menekankan pentingnya pemulihan cepat menjelang pertandingan berikutnya, mengingat perjalanan panjang ke Parepare menguras tenaga.

Prospek Kedepan

Ke depannya, PSM Makassar harus memperkuat lini pertahanan dan mengoptimalkan peluang bola mati, mengingat beberapa pemain kunci masih dalam proses pemulihan. Di sisi lain, Persik Kediri perlu menambah kreativitas di lini tengah untuk menghindari ketergantungan pada penalti.

Dengan sisa beberapa pekan di musim ini, kedua tim berada pada posisi yang menuntut hasil positif. PSM berambisi menjauh lebih jauh dari zona degradasi, sementara Persik berusaha mempertahankan posisi menengah atas klasemen.

Secara keseluruhan, rangkaian laga pekan ke-29 menegaskan betapa kompetitifnya BRI Super League 2025/2026. Setiap poin menjadi krusial, dan strategi pelatih serta kesiapan mental pemain menjadi faktor penentu keberhasilan di sisa musim.