Drama Madrid Open: Duo Indonesia Janice Tjen & Aldila Sutjiadi Terhenti di Perempat Final
Drama Madrid Open: Duo Indonesia Janice Tjen & Aldila Sutjiadi Terhenti di Perempat Final

Drama Madrid Open: Duo Indonesia Janice Tjen & Aldila Sutjiadi Terhenti di Perempat Final

Frankenstein45.Com – 25 Mei 2026 | Madrid Open 2026 menjadi saksi dramatis bagi pasangan ganda putri Indonesia, Janice Tjen dan Aldila Sutjiadi, yang terhenti di perempat final setelah pertempuran sengit melawan duo Eropa berpengalaman. Keberhasilan mereka mencapai babak tersebut menjadi sorotan utama, mengingat latar belakang perjalanan mereka yang penuh liku sejak insiden kontroversial di French Open 2023.

Latar Belakang dan Persiapan

Setelah debut gemilang di Roland Garros bersama Janice Tjen, dimana mereka berhasil menembus babak ketiga sebelum tersingkir, Tjen dan Sutjiadi kembali menyiapkan diri untuk menantang lapangan tanah liat di Madrid. Kedua pemain menyatakan tekad kuat untuk memperbaiki penampilan mereka dan mengukir sejarah baru bagi tenis Indonesia.

“Kami belajar banyak dari pengalaman di Paris, terutama tentang konsentrasi mental dan koordinasi di lapangan,” ujar Aldila Sutjiadi dalam wawancara pra-turnamen. Sementara Janice Tjen menambahkan, “Kami ingin menunjukkan bahwa kami bukan sekadar tim yang kebetulan bertemu, melainkan pasangan yang dapat bersaing hingga level tertinggi.”

Perjalanan di Madrid Open

Di putaran pertama, Tjen/Sutjiadi melibas pasangan asal Spanyol dengan skor 6-2, 6-3, menampilkan servis yang stabil dan serangan volley yang tajam. Babak kedua menghadirkan lawan dari Rusia, namun duo Indonesia kembali unggul 7-5, 6-4, memperlihatkan kemampuan mengatasi tekanan di set kritis.

Keberhasilan mereka berlanjut ke perempat final, di mana mereka bertemu pasangan asal Italia, Martina Trevisan dan Sofia Kenin. Pertandingan berlangsung ketat, dengan kedua tim saling bertukar break hingga set pertama berakhir 6-4 untuk Italia. Pada set kedua, Tjen/Sutjiadi berjuang keras, mengandalkan forehand kuat Aldila dan smash akurat Janice, namun akhirnya kalah 3-6, menutup peluang mereka melaju ke semifinal.

Faktor Kunci Kekalahan

  • Pengalaman lawan: Trevisan/Kenin memiliki rekam jejak lebih lama di turnamen WTA, khususnya di permukaan tanah liat.
  • Kondisi fisik: Jadwal padat pada hari sebelumnya membuat stamina duo Indonesia sedikit menurun pada fase akhir pertandingan.
  • Tekanan mental: Bayang‑bayang insiden French Open 2023 masih terasa, meski kedua pemain telah mengatasi trauma tersebut secara profesional.

Insiden French Open 2023 yang Masih Dikenang

Tiga tahun lalu, Aldila Sutjiadi bersama Miyu Kato terdiskualifikasi dari French Open setelah provokasi pemain Marie Bouzkova dan Sara Sorribes Tormo yang menuduh mereka mengganggu wasit. Insiden tersebut berujung pada keputusan kontroversial yang memaksa pasangan Jepang‑Indonesia keluar dari turnamen pada babak ketiga. Kejadian itu menjadi pelajaran penting tentang pentingnya kontrol emosi dan hubungan dengan ofisial pertandingan.

“Kami tidak melupakan apa yang terjadi, namun kami mengubahnya menjadi motivasi,” kata Aldila. “Kini kami lebih siap menghadapi tekanan dan tidak lagi terjebak dalam provokasi.”

Dampak bagi Tenis Indonesia

Keberhasilan mencapai perempat final di Madrid Open menjadi catatan tertinggi bagi ganda putri Indonesia dalam ajang ATP/WTA 1000. Prestasi ini meningkatkan peringkat dunia Janice Tjen dan Aldila Sutjiadi masing‑masing naik tiga posisi, menempatkan mereka di dalam 30 besar pasangan ganda putri.

Federasi Tenis Indonesia (FIT) menyambut baik pencapaian tersebut dan menegaskan komitmen untuk memberikan dukungan lebih besar, termasuk pelatihan kebugaran, mental, dan peningkatan fasilitas.

“Kami bangga dengan apa yang telah mereka capai, dan ini menjadi inspirasi bagi generasi muda di tanah air,” ujar ketua FIT, Budi Santoso.

Prospek Kedepan

Pasangan Tjen/Sutjiadi kini menargetkan penampilan kuat di turnamen Grand Slam berikutnya, terutama Wimbledon dan US Open. Fokus mereka terletak pada memperbaiki service return dan meningkatkan taktik bermain di permukaan keras.

“Kami percaya bahwa dengan kerja keras dan dukungan semua pihak, kami dapat menembus semifinal atau bahkan final di turnamen besar selanjutnya,” tutup Janice Tjen dengan keyakinan.

Walaupun terhenti di perempat final Madrid Open, perjalanan Janice Tjen dan Aldila Sutjiadi tetap menjadi kisah inspiratif tentang ketekunan, pembelajaran dari kegagalan, dan harapan baru bagi tenis Indonesia.