Frankenstein45.Com – 11 April 2026 | Pekan ke-26 kompetisi Super League 2025-2026 menjadi sorotan utama bagi para penggemar sepakbola Indonesia. Dari total delapan laga yang dijadwalkan, hanya satu pertandingan yang tidak disiarkan secara televisi, yakni pertemuan antara Semen Padang dan Persib Bandung. Keputusan ini memicu perbincangan hangat di kalangan suporter, media, dan analis sepakbola.
Jadwal Pekan 26 Super League
Pekan ke-26 dimulai pada hari Jumat, 10 April 2026, dan berlanjut hingga Minggu, 12 April 2026. Berikut rangkaian pertandingan yang akan digelar:
- Jumat, 10 April 2026: PSIM Yogyakarta vs PSM Makassar (pukul 15.30 WIB) – disiarkan oleh TV nasional.
- Jumat, 10 April 2026: Persita Tangerang vs Arema FC (pukul 19.00 WIB) – disiarkan oleh TV berlangganan.
- Sabtu, 11 April 2026: Borneo FC vs PSBS Biak – disiarkan secara live streaming di platform digital.
- Sabtu, 11 April 2026: Persija Jakarta vs Persebaya Surabaya – tayang di jaringan televisi utama.
- Sabtu, 11 April 2026: Persib Bandung vs Bali United – disiarkan melalui kanal sport premium.
- Sabtu, 11 April 2026: Sriwijaya FC vs Madura United – tersedia di layanan OTT.
- Minggu, 12 April 2026: Semarang United vs PSS Sleman – ditayangkan di stasiun televisi daerah.
- Minggu, 12 April 2026: Semen Padang vs Persib Bandung – tidak ditayangkan di televisi manapun.
Alasan Tidak Disiarkan
Pihak penyiaran resmi mengklaim bahwa slot siaran pada hari Minggu sudah penuh dengan pertandingan lain yang memiliki rating lebih tinggi. Namun, banyak pihak berpendapat bahwa popularitas Persib Bandung seharusnya menjamin eksposur televisi, mengingat klub tersebut memimpin klasemen dengan 61 poin. Semen Padang, yang berada di zona menengah klasemen, juga memiliki basis suporter yang cukup besar.
Dampak Terhadap Kedua Tim
Tanpa dukungan siaran televisi, kedua tim kehilangan peluang promosi komersial serta eksposur pemain kepada sponsor potensial. Bagi Persib, yang sedang berada di puncak klasemen, setiap poin sangat berharga untuk mempertahankan keunggulan atas rival terdekat seperti Borneo FC (kedua dengan 57 poin). Sementara Semen Padang, yang berada di peringkat menengah, berharap hasil positif dapat mengangkat moral tim menjelang akhir musim.
Menurut analisis internal klub, Persib menyiapkan formasi 4-3-3 dengan Ramon Tanque sebagai penyerang utama, sementara Semen Padang mengandalkan skema 3-5-2 dengan fokus pada serangan balik cepat. Kedua pelatih menyatakan kesiapan mental tim meski tidak ada sorotan televisi.
Penampilan Tim Lain di Pekan 26
Di pekan yang sama, beberapa laga menjadi sorotan utama. PSIM Yogyakarta berusaha memanfaatkan keunggulan kandang melawan PSM Makassar yang sedang berada di posisi ke-13 klasemen dengan 25 poin. PSM harus meraih kemenangan untuk menjauhkan diri dari zona degradasi yang hanya berjarak lima poin dari Madura United.
Borneo FC, yang menempati posisi kedua, menjamu PSBS Biak – tim terbawah klasemen dengan 18 poin – sehingga diharapkan dapat menambah jarak poin dengan pemuncak klasemen.
Persija Jakarta, peringkat ketiga dengan 52 poin, menghadapi Persebaya Surabaya. Kemenangan bagi Persija dapat menutup celah dengan pemuncak klasemen, sementara Persebaya berambisi mengejar posisi atas.
Liga Menuju Pekan 27
Setelah pekan 26 berakhir, mata akan beralih ke pekan 27 yang dimulai pada Jumat, 10 April 2026, dengan dua laga pembuka: PSIM vs PSM Makassar dan Persita vs Arema FC. Jadwal padat ini menegaskan pentingnya konsistensi performa bagi semua tim yang bersaing di puncak maupun di zona bahaya.
Secara keseluruhan, meski satu laga tidak mendapat siaran televisi, intensitas persaingan tetap tinggi. Kedua tim yang terlibat – Semen Padang dan Persib Bandung – diprediksi akan menampilkan permainan menarik demi poin berharga menjelang akhir musim.
Dengan 61 poin, Persib masih berada di puncak klasemen, sementara Semen Padang berjuang menstabilkan posisi menengah. Hasil pekan 26 akan menjadi indikator penting bagi strategi masing-masing tim menjelang fase penutup kompetisi.




