Drama Serie A 2025/2026: Inter Dominan, Sassuolo Siap Lepas Bintang, dan Derby Roma‑Lazio Terancam Berubah Jadwal
Drama Serie A 2025/2026: Inter Dominan, Sassuolo Siap Lepas Bintang, dan Derby Roma‑Lazio Terancam Berubah Jadwal

Drama Serie A 2025/2026: Inter Dominan, Sassuolo Siap Lepas Bintang, dan Derby Roma‑Lazio Terancam Berubah Jadwal

Frankenstein45.Com – 07 Mei 2026 | Musim 2025/2026 Serie A semakin memanas dengan sejumlah cerita yang mengguncang papan atas sepak bola Italia. Di satu sisi, Inter Milan menorehkan delapan kemenangan telak yang menegaskan ambisinya merebut gelar juara. Di sisi lain, Sassuolo terus menunjukkan kemampuan menantang klub‑klub besar, khususnya dengan lima kemenangan atas AC Milan sejak 2016, sekaligus menjadi sorotan pasar transfer Inggris yang menargetkan pemain bintang mereka. Tidak ketinggalan, derby klasik Roma‑Lazio menghadapi dilema penjadwalan yang dapat memengaruhi kompetisi akhir liga serta persaingan tempat Champions League.

Inter Milan Catat Delapan Kemenangan Telak

Di bawah asuhan Cristian Chivu, Nerazzurri mengukir catatan impresif dengan delapan kemenangan dengan selisih tiga gol atau lebih. Beberapa laga penting antara lain:

  • Pe­kan pertama: Inter mengalahkan Torino 5‑0 di San Siro, Marcus Thuram mencetak dua gol, didukung oleh Lautaro Martínez, Alessandro Bastoni, dan Ange‑Yoan Bonny.
  • Pe­kan keenam: Kemenangan 4‑1 atas Cremonese, gol dicetak oleh Lautaro Martínez, Ange‑Yoan Bonny, Federico Dimarco, dan Nicolo Barella.
  • Pe­kan kesembilan: Inter menundukkan Fiorentina 3‑0 berkat Hakan Calhanoglu (dua gol) dan Petar Sucic.
  • Pe­kan keempat belas: Dominasi 4‑0 atas Como, dengan gol dari Lautaro Martínez, Marcus Thuram, Hakan Calhanoglu, dan Carlos Augusto.
  • Pe­kan dua puluh dua: Kemenangan dramatis 6‑2 melawan Pisa setelah memulihkan ketertinggalan 0‑2, gol dicetak oleh Piotr Zieliński (penalti), Lautaro Martínez, Pio Esposito, Federico Dimarco, Ange‑Yoan Bonny, dan Henrikh Mkhitaryan.
  • Pe­kan dua puluh empat (tandang): Inter menghancurkan Sassuolo 5‑0, dengan Yann Bisseck, Marcus Thuram, Lautaro Martínez, Manuel Akanji, dan Luis Henrique masing‑masing mencetak gol.

Keberhasilan ini berkontribusi pada gelar juara Serie A 2025/2026, menambah koleksi trofi klub menjadi 21 dan menjadikannya tim paling sukses kedua setelah Juventus.

Sassuolo Tetap Mengguncang AC Milan

Klub papan tengah I Neroverdi, yang kembali ke Serie A pada musim 2025/2026 setelah sempat terdegradasi, telah mencatat lima kemenangan atas AC Milan dalam satu dekade terakhir. Rekap kemenangan tersebut meliputi:

  • Pe­kan 26 2015/2016: Sassuolo 2‑0 di Mapei Stadium (gol Alfred Duncan, Nicola Sansone).
  • Pe­kan 32 2020/2021: Sassuolo 2‑1 di San Siro (brace Giacomo Raspadori).
    Catatan: Gregoire Defrel menerima kartu merah, namun pertahanan yang dipimpin Paolo Cannavaro dan Francesco Acerbi tetap solid.
  • Pe­kan 14 2021/2022: Sassuolo 3‑1 di San Siro (gol Gianluca Scamacca, gol bunuh diri Simon Kjaer, gol Domenico Berardi).
  • Pe­kan 20 2022/2023: Sassuolo 5‑2 di San Siro (gol Gregoire Defrel, Davide Frattesi, Domenico Berardi, Armand Lauriente, Matheus Henrique).
  • Pe­kan 35 2025/2026: Sassuolo menjamu AC Milan di Mapei Stadium, menampilkan skuad Fabio Grosso dengan Jay Idzes, Nemanja Matić, dan Domenico Berardi.

Keberhasilan ini menunjukkan bahwa meski tidak memiliki sejarah panjang di Serie A, Sassuolo mampu menantang klub-klub elit dan tetap menjadi ancaman di papan tengah.

Pasar Transfer Inggris Menatap Talenta Serie A

Berita terbaru mengindikasikan bahwa klub-klub Premier League menaruh mata pada pemain bintang Serie A. Salah satu kasus paling menonjol adalah potensi kepindahan Tarik Muharemović dari Sassuolo ke pasar Inggris. Menurut laporan, Sassuolo sedang menjajaki tawaran besar yang dapat menjadi exit berharga bagi klub. Jika transfer ini terwujud, akan menambah arus pemain Serie A ke liga Inggris sekaligus menguatkan keuangan klub Italia.

Derby Roma‑Lazio Terancam Perubahan Jadwal

Derby della Capitale yang dijadwalkan pada Minggu, 17 Mei 2025, pukul 12.30 CET, kini menghadapi tekanan logistik. Penyelenggaraan final tunggal putra Italian Open pada hari yang sama di Foro Italico menimbulkan konflik penggunaan stadion, keamanan, dan alokasi polisi. Pelatih Maurizio Sarri mengkritik keputusan tersebut sebagai “penghinaan bagi kota Roma” dan menuntut penyesuaian. Alternatif yang dibicarakan meliputi pemindahan pertandingan ke Senin, 18 Mei, atau penyesuaian waktu yang lebih malam, namun opsi tersebut dapat mengganggu jadwal pertandingan lain yang masih berjuang untuk tempat Champions League. Hingga kini, keputusan final masih ditunda hingga selesai pekan ke‑36 Serie A.

Secara keseluruhan, musim 2025/2026 Serie A menampilkan kombinasi antara dominasi klub besar, kejutan dari tim menengah, serta dinamika off‑field yang memengaruhi kompetisi. Inter Milan mempertegas posisi sebagai juara potensial, Sassuolo terus menorehkan hasil mengejutkan melawan raksasa, sementara derbi Roma‑Lazio menjadi sorotan kebijakan penjadwalan liga. Semua elemen ini menambah warna dan ketegangan menjelang penutupan liga, di mana setiap poin dapat menentukan nasib juara, tempat Liga Champions, dan nasib finansial klub.