Frankenstein45.Com – 10 Juni 2026 | Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melaporkan bahwa mereka meluncurkan serangan drone terhadap Armada Kelima Amerika Serikat yang berlabuh di Teluk Bahrain, sebagai balasan atas serangan yang diklaim dilakukan AS di wilayah selatan Iran.
Serangan ini terjadi beberapa jam setelah pemerintah Amerika Serikat mengumumkan operasi militer di perairan Iran selatan, yang ditujukan untuk menekan aktivitas militer Tehran. Kedua belah pihak saling menuduh melanggar kedaulatan dan mengancam eskalasi lebih lanjut.
- Lokasi: Teluk Bahrain, sekitar 20 mil laut dari daratan Bahrain.
- Target: Kapal perusak, kapal induk kecil, dan kapal pendukung logistik Armada Kelima AS.
- Hasil: Kerusakan pada sistem radar dan antena; tidak ada korban jiwa.
- Respons AS: Pentagon menyatakan akan melakukan penilaian situasi dan menyiapkan langkah balasan yang proporsional.
- Reaksi Internasional: Beberapa negara sahabat AS menyerukan de‑eskalasi, sementara sekutu Iran menyambut aksi tersebut sebagai pembelaan diri.
Analisis para pakar militer menilai bahwa penggunaan drone sebagai senjata taktis memungkinkan Iran untuk menekan kehadiran militer AS tanpa melibatkan personel secara langsung. Namun, potensi eskalasi konfrontasi di wilayah Teluk tetap tinggi, mengingat kedekatan geografis dan kepentingan strategis masing‑masing pihak.




