Frankenstein45.Com – 27 Mei 2026 | Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Rakyat Tiongkok, Djauhari Oratmangun, menegaskan bahwa pengembangan hilirisasi produk menjadi fokus utama dalam rangka memperdalam kerja sama ekonomi antara Indonesia dan China.
Dalam pertemuan terbaru bersama pejabat terkait, Oratmangun menyoroti bahwa meskipun volume perdagangan bilateral terus meningkat, nilai tambah yang dihasilkan masih relatif rendah. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia bertekad untuk mendorong transformasi rantai pasok menjadi lebih berorientasi pada produk akhir, terutama di sektor pertanian, pertambangan, dan manufaktur.
- Agrikultur: Pengolahan hasil perkebunan seperti kelapa sawit, kakao, dan kopi menjadi produk olahan siap konsumsi.
- Mineral: Pengembangan fasilitas pengolahan nikel, tembaga, dan batubara untuk pasar teknologi tinggi.
- Manufaktur: Peningkatan produksi barang elektronik, kendaraan listrik, dan peralatan medis dengan komponen lokal.
Langkah-langkah konkret yang direncanakan meliputi:
- Pembentukan zona ekonomi khusus (KEK) yang didukung oleh insentif fiskal bagi investor China yang berinvestasi dalam proyek hilir.
- Peningkatan kemampuan riset dan pengembangan (R&D) melalui kerja sama universitas dan lembaga riset kedua negara.
- Percepatan perizinan dan penyederhanaan prosedur bagi perusahaan yang ingin mengembangkan lini produksi hilir.
Berikut adalah gambaran perdagangan bilateral Indonesia-China pada tahun 2023 yang menunjukkan pertumbuhan ekspor utama:
| Produk | Ekspor Indonesia ke China (USD Miliar) | Pertumbuhan YoY |
|---|---|---|
| Kelapa Sawit | 9.2 | 7% |
| Batubara | 4.8 | 5% |
| Produk Elektronik | 3.5 | 6% |
Oratmangun menambahkan bahwa peningkatan nilai tambah tidak hanya akan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai global, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Ia mengajak pelaku industri, pemerintah daerah, dan mitra China untuk berkolaborasi secara intensif demi mewujudkan tujuan tersebut.
Dengan komitmen bersama, diharapkan kerja sama ekonomi Indonesia-China akan bertransformasi menjadi kemitraan yang lebih seimbang, berkelanjutan, dan berfokus pada produk bernilai tinggi.




