Dukung Naniek S Deyang Pimpin BGN, Arus Bawah Prabowo Minta Program MBG Dibenahi
Dukung Naniek S Deyang Pimpin BGN, Arus Bawah Prabowo Minta Program MBG Dibenahi

Dukung Naniek S Deyang Pimpin BGN, Arus Bawah Prabowo Minta Program MBG Dibenahi

Frankenstein45.Com – 05 Juni 2026 | Presiden Prabowo Subianto baru‑baru ini mengumumkan penunjukan Naniek Sudaryati Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Penunjukan tersebut dibarengi dengan penunjukan Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN.

Keputusan ini mendapat sambutan positif dari sejumlah tokoh politik, aktivis gizi, serta elemen‑elemen yang berada di arus bawah koalisi Prabowo. Mereka menilai bahwa Naniek, yang memiliki latar belakang akademik dan pengalaman di bidang gizi, dapat memimpin BGN menuju kebijakan yang lebih berbasis data dan berorientasi pada peningkatan status gizi masyarakat.

Namun, di sisi lain, arus bawah pendukung Prabowo juga menyuarakan keprihatinan terkait program Menu Bahan Gizi (MBG) yang dianggap masih memiliki celah implementasi. Beberapa isu yang diangkat antara lain ketidaksesuaian antara alokasi dana dengan realisasi di lapangan, serta kurangnya monitoring yang efektif.

Tuntutan Perbaikan Program MBG

  • Peninjauan kembali mekanisme distribusi dana MBG agar tepat sasaran.
  • Peningkatan transparansi pelaporan penggunaan anggaran.
  • Pembentukan tim audit independen untuk memantau pelaksanaan program.
  • Peningkatan pelatihan bagi pelaksana program di tingkat daerah.

Para pengamat menilai bahwa sinergi antara kepemimpinan baru BGN dan perbaikan program MBG dapat menjadi momentum penting untuk menurunkan angka stunting dan meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia. Jika permintaan arus bawah terhadap perbaikan MBG dipenuhi, diharapkan kebijakan gizi nasional dapat lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Secara keseluruhan, penunjukan Naniek Sudaryati Deyang dipandang sebagai langkah strategis, sekaligus menjadi tantangan bagi pemerintah untuk menanggapi kritik konstruktif dan memperbaiki program-program gizi yang masih lemah.