Frankenstein45.Com – 03 April 2026 | Duta Besar Iran untuk Republik Indonesia, Mohammad Boroujerdi, pada hari itu melakukan pertemuan dengan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Din Syamsuddin, serta sejumlah tokoh Islam terkemuka. Pertemuan itu bertujuan memperkuat dialog antaragama dan menegaskan posisi Iran dalam menolak segala bentuk konflik bersenjata.
Dalam sambutan terbuka, Boroujerdi menekankan pentingnya perdamaian regional dan menolak intervensi militer yang dapat memperburuk situasi politik di kawasan. Ia menambahkan, “Iran menolak setiap upaya yang mengancam keamanan dan kedaulatan negara lain, serta mendukung penyelesaian sengketa melalui dialog damai.”
Din Syamsuddin menanggapi dengan menekankan peran umat Islam dalam mempromosikan perdamaian. Ia menyatakan, “Islam mengajarkan kita untuk menolak kekerasan dan mencari solusi yang adil bagi semua pihak.”
- Penekanan pada dialog antarnegara sebagai alternatif konflik.
- Ajakan kepada komunitas Muslim Indonesia untuk menyuarakan perdamaian.
- Dukungan bersama terhadap inisiatif anti-perang di forum internasional.
Pertemuan ini juga dihadiri oleh tokoh-tokoh Islam lainnya yang memberikan pandangan serupa, menegaskan bahwa pesan anti-perang bukan sekadar retorika politik, melainkan nilai moral yang mendasar dalam ajaran Islam.
Para pengamat menilai pertemuan ini dapat meningkatkan citra Iran di Indonesia, terutama di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks. Meskipun demikian, masih ada tantangan dalam mengubah persepsi publik yang dipengaruhi oleh isu-isu regional lainnya.
Ke depan, Boroujerdi berjanji akan terus menggelar diskusi serupa dengan berbagai elemen masyarakat Indonesia, dengan harapan dapat memperkuat kerja sama bilateral dan memajukan agenda perdamaian.




