Frankenstein45.Com – 17 Mei 2026 | Pemerintah meningkatkan belanja pada triwulan I 2024, yang terbukti mendorong pertumbuhan jumlah uang beredar (M2) di Indonesia. Pengeluaran yang bersifat konsumtif, seperti penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR), subsidi energi, dan pembayaran gaji aparatur, memberikan efek stimulasi jangka pendek terhadap aktivitas ekonomi.
Data Perkembangan Uang Beredar (M2) Triwulan I 2024
| Bulan | Growth M2 (%) |
|---|---|
| Januari | 0,8 |
| Februari | 0,6 |
| Maret | 0,9 |
Secara kumulatif, pertumbuhan M2 pada tiga bulan pertama mencapai sekitar 2,3 persen, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Namun, peningkatan likuiditas ini juga menimbulkan risiko tekanan inflasi, terutama bila permintaan konsumen tetap tinggi sementara penawaran barang dan jasa belum dapat mengimbangi. Inflasi inti yang diproyeksikan dapat melampaui target bank sentral jika stimulus fiskal terus berlanjut tanpa dukungan kebijakan moneter yang seimbang.
Para ekonom menyarankan agar pemerintah menyeimbangkan antara kebijakan belanja konsumtif dan investasi produktif, seperti infrastruktur dan pengembangan sumber daya manusia, untuk memastikan pertumbuhan uang beredar berkontribusi pada peningkatan output riil.




