Ekonom INDEF: Kenaikan Suku Bunga BI Hanya Solusi Sementara
Ekonom INDEF: Kenaikan Suku Bunga BI Hanya Solusi Sementara

Ekonom INDEF: Kenaikan Suku Bunga BI Hanya Solusi Sementara

Frankenstein45.Com – 10 Juni 2026 | Seorang ekonom yang mewakili Ikatan Ahli Ekonomi dan Keuangan Indonesia (INDEF) menegaskan bahwa kenaikan suku bunga Bank Indonesia (BI) menjadi 5,50% merupakan langkah temporer yang tidak menyelesaikan permasalahan struktural ekonomi negara. Menurutnya, kebijakan tersebut hanya dapat meredam tekanan inflasi dalam jangka pendek, namun tidak mampu mengurangi beban cicilan kredit pemilikan rumah (KPR) yang tidak bersifat fixed.

Ekonom INDEF menyoroti tiga alasan utama mengapa kebijakan suku bunga tinggi bersifat sementara:

  • Inflasi masih dipengaruhi oleh faktor eksternal, seperti harga energi dan komoditas global yang belum stabil.
  • Penawaran kredit belum menyesuaikan, sehingga rumah tangga masih menghadapi cicilan yang naik secara signifikan.
  • Struktur pasar keuangan masih belum cukup fleksibel, sehingga penyesuaian suku bunga tidak dapat menurunkan biaya pinjaman secara menyeluruh.

Berikut rangkuman kebijakan suku bunga BI dalam 12 bulan terakhir:

Bulan Suku Bunga Acuan (BI Rate)
Juli 2023 5,25%
Agustus 2023 5,25%
September 2023 5,50%
Oktober 2023 5,50%
November 2023 5,50%
Desember 2023 5,50%

Ekonom INDEF mengusulkan beberapa langkah jangka panjang untuk menurunkan beban KPR dan menstabilkan inflasi, antara lain:

  1. Meningkatkan pasokan perumahan terjangkau melalui skema pemerintah.
  2. Memperluas program pembiayaan dengan suku bunga tetap (fixed) bagi pembeli rumah pertama.
  3. Memperkuat regulasi pasar keuangan untuk meningkatkan persaingan antar bank.

Dengan mengkombinasikan kebijakan moneter yang bersifat jangka pendek dengan reformasi struktural, diharapkan Indonesia dapat mengurangi ketergantungan pada penyesuaian suku bunga sebagai satu-satunya instrumen pengendalian ekonomi.